17 August 2020, 07:37 WIB

Selandia Baru Tunda Pemilihan Umum selama Sebulan


Faustinus Nua | Internasional

PERDANA Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, Senin (17/8), mengumukan menunda pemilihan umum selama empat minggu. Pemilu yang dijadwalkan dilaksana pada 19 September diundur hingga 17 Oktober 2020.

"Pada akhirnya, 17 Oktober memberikan waktu yang cukup bagi pihak-pihak untuk merencanakan berbagai situasi yang akan kami kampanyekan," kata Ardern seperti dilansir CNA.

Penundaan pesta demokrasi negara itu dilakukan lantaran adanya kasus baru covid-19 yang terus bertambah di Auckland dan sekitarnya. Namun, otoritas mengesampingkan menunda lebih lama lagi.

Baca juga: Jumlah Kasus Covid-19 Kembali Naik di Prancis dan Korsel

Tekanan terus meningkat kepada Ardern untuk menunda pemungutan suara di tengah kebangkitan kembali infeksi covid-19 di kota terbesar Selandia Baru, Auckland. Mengingat negara itu, sebelumnya bebas dari kasus virus korona selama 102 hari.

Wakil Perdana Menteri Selandia Baru Winston Peters, Minggu (17/8), menyerukan penundaan pemilihan. Oposisi utama Partai Nasional juga menginginkan penundaan setelah mereka terpaksa membatalkan acara kampanye karena pembatasan pergerakan dan kerumunan karena pandemi. Ia menuduh Ardern menggunakan krisis untuk menopang dukungan.

Ardern mengatakan dia telah memberi tahu Gubernur Jenderal tentang tanggal pemilihan baru dan menambahkan dia tidak berniat mengubahnya lagi. Hukum Selandia Baru mewajibkan pemilihan diadakan sebelum 21 November.

"Kita semua satu perahu. Kita semua berkampanye di lingkungan yang sama," kata Ardern. (OL-1)

BERITA TERKAIT