16 August 2020, 05:51 WIB

Israel Lakukan Serangan Udara Baru di Jalur Gaza


Siswantini Suryandari | Internasional

TENTARA Israel mengatakan telah melakukan serangan udara baru terhadap posisi Hamas di Jalur Gaza pada hari Sabtu (15/8), sebagai tanggapan atas bom api yang dikirim ke wilayah Israel yang ditempelkan pada balon. Bentrokan juga terjadi pada malam hari di sepanjang perbatasan Gaza-Israel. 

"Lusinan warga Palestina membakar ban, melemparkan alat peledak dan granat ke arah pagar keamanan dan berusaha mendekatinya," kata Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dalam sebuah pernyataan.

Selama sepekan terakhir, pasukan Israel telah melakukan serangan malam hari berulang kali terhadap target yang terkait dengan kelompok Islam Hamas, yang mengendalikan Jalur Gaza. Tentara mengatakan mereka menanggapi penggunaan bom api darurat, yang dipasang pada balon dan layang-layang, yang telah dikirim ke beberapa bagian Israel selatan, menyebabkan ribuan kebakaran di pertanian dan komunitas Israel. Ada 19 serangan Palestina pada hari Sabtu saja, menurut layanan penyelamatan Israel.

Sebagai tanggapan, jet tempur dan pesawat IDF menyerang sejumlah sasaran militer Hamas di Jalur Gaza. Di antara sasaran yang terkena adalah kompleks militer dan infrastruktur bawah tanah milik Hamas. Israel juga telah menutup penyeberangan barang Kerem Shalom dengan Jalur Gaza dan mengurangi zona penangkapan ikan pesisir Mediterania yang diizinkan di wilayah itu, sebagai tanggapan atas peluncuran balon baru-baru ini.

baca juga: Merasa Ditikam, Palestina Tolak Kesepakatan UEA-Israel

Meskipun gencatan senjata tahun lalu didukung oleh PBB, Mesir dan Qatar, bentrokan terus terjadi secara sporadis dengan roket, tembakan mortir atau balon pembakar. Jalur Gaza memiliki populasi dua juta, lebih dari setengahnya hidup dalam kemiskinan menurut Bank Dunia. IDF menyatakan bahwa Hamas bertanggung jawab atas semua peristiwa yang terjadi di Jalur Gaza dan akan menanggung konsekuensi atas aktivitas teror terhadap warga sipil Israel. (AFP/OL-3)

BERITA TERKAIT