16 August 2020, 04:20 WIB

Binar-Binar Webinar


Dony Tjiptonugroho Redaktur Bahasa Media Indonesia | Weekend

SETELAH wabah merebak pada akhir 2019 dan persebarannya kian luas pada paruh pertama 2020, pola berkumpul orang untuk berbagi informasi berubah. Acara daring jadi pilihan. Orang kian akrab dengan webinar.

Namun, sudah sejak awal 2000 saya mendapati webinar muncul di dunia siber. Dulu saya melihat di internet webinar ditawarkan untuk orangorang yang ingin memutakhirkan ilmu dengan menonton seminar yang digelar lewat situs web. Biasanya webinar ditawarkan untuk orang yang bertempat tinggal sangat jauh dari lokasi acara, bahkan hingga melewati batas negara dan benua.

Sejarah webinar, menurut Merriam-Webster.com Dictionary, dimulai pada 1998. Sebelum tahun itu penggunaan webinar tidak terdokumentasi. Pertama kali webinar digunakan dengan makna a live online educational presentation during which participating viewers can submit questions and comments (sebuah presentasi edukasional langsung secara daring yang di dalamnya partisipan dapat mengajukan pertanyaan dan komentar).

Webinar dibentuk dari penggabungan kata web dan seminar yang dipendekkan. Ada juga yang menjelaskannya sebagai pemendekan dari web-based seminar, Cambridge Dictionary misalnya. Orang telanjur mengejanya we.bi.nar meski sumber kamus, Merriam-Webster.com Dictionary misalnya, menunjukkan ejaan web.i.nar.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui media sosial, salah satunya akun Twitter @Badan-Bahasa pada 30 Mei 2020, membahas webinar di Kata Kita Pekan Ini, program yang menelaah padanan kata asing, kata-kata Indonesia yang sedang populer digunakan, dan kata-kata yang maknanya belum dikenal luas. Berikut ini kutipannya. ‘Seminar Web; Webinar Seminar yang ditransmisikan melalui web menggunakan perangkat lunak konferensi video Seminar web memungkinkan manusia untuk mengadakan sebuah pertemuan atau seminar tanpa harus bertatap muka langsung karena semua prosesnya dijalankan menggunakan internet’.

Karena unggahan itu, saya mengecek kata web ke Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Kata seminar tentulah ada dalam kamus. Bagaimana dengan web? Ternyata kata web sudah masuk kamus tersebut. Web ialah nomina dengan makna ‘sistem untuk mengakses, memanipulasi, dan mengunduh dokumen hipertaut yang terdapat dalam komputer yang dihubungkan melalui internet; jejaring; jaringan’.

Seminar ada, web ada. Namun, webinar belum ada. Padahal, unggahan Badan Bahasa tersebut seperti memosisikan kata itu sebagai sebuah kata dalam bahasa Indonesia. Jika dilihat dari presentasi Badan Badan mengenai webinar dalam unggahan di akun media sosial itu, kata yang disarankan untuk digunakan ialah seminar web. Namun, saya pikir, saran menggunakan seminar web akan disambut dingin. Webinar sedang benar-benar berbinar. Kata itu ringkas, khusus, tampak unsur asingnya, tapi maknanya mudah diduga berdasarkan konteks penggunaannya. Yang lebih penting, webinar sedang mencerminkan semangat zaman saat ini, dapat tetap berkumpul meski melalui perangkat teknologi karena pandemi menghalangi.

Kelak mungkin webinar jadi seperti kata radar. Akronim yang muncul pada 1940 di Amerika Serikat untuk radio detection and ranging itu akhirnya masuk kamus besar bahasa kita. Sebagai nomina, radar dimaknai alat (yang memakai gelombang radio) untuk mendeteksi jarak, kecepatan, dan arah benda yang bergerak atau benda yang diam (biasanya dipakai dalam penerbangan dan pelayaran)’. Tidak banyak orang tahu bahwa radar ialah akronim.

BERITA TERKAIT