16 August 2020, 11:05 WIB

ITB Wajibkan Mahasiswa Baru Miliki Asuransi Kesehatan


Zubaedah Hanum | Humaniora

PADA Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020, jumlah peserta yang dinyatakan lulus seleksi di 85 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia sebanyak 167.653 orang dari jumlah pendaftar 702.420 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.474 calon mahasiswa dinyatakan lolos menjadi calon mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB). Mereka diminta melakukan pendaftaran ulang secara daring (online) hingga 24 Agustus 2020 mendatang.

Salah satu syarat pendaftaran mahasiswa baru ITB adalah bukti kepemilikan asuransi kesehatan, yakni asuransi yang dapat memfasilitasi rawat inap karena sakit, dan bukan asuransi kecelakaan. ITB mewajibkan seluruh mahasiswa memiliki asuransi kesehatan selama menempuh pendidikannya di ITB.
Sedangkan, asuransi BPJS Kesehatan adalah asuransi yang minimal harus dimiliki oleh calon mahasiswa.

"Bagi calon mahasiswa yang belum memiliki asuransi kesehatan pada jadwal pendaftaran online di atas, wajib mengunggah bukti kepemilikan asuransi kesehatan paling lambat 30 September 2020," tulis ITB dalam maklumatnya, seperti dikutip Minggu (16/8).

Saat ini, ITB memiliki tiga lokasi kampus, yaitu di Jalan Ganesa Nomor 10 Bandung, Jalan Letjen Purn Dr (HC) Mashudi Nomor 1 Jatinangor, dan kampus di Cirebon. Ketiga kampus ini siap untuk mendukung kegiatan perkuliahan para mahasiswa ITB.

Seluruh calon mahasiswa ITB secara otomatis akan dikenakan besaran uang kuliah tunggal (UKT) sesuai fakultas/sekolah yang menerimanya. Mulai tahun ini, ITB memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajukan permohonan pembayaran UKT secara mencicil dengan dua skema, yakni selama dua kali dalam satu semester atau tiga kali dalam satu semester. (H-2)

BERITA TERKAIT