15 August 2020, 17:49 WIB

Pengamat: PEN 2021 sebesar Rp356,5 Triliun tidak Cukup


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo akan kembali melanjutkan pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tahun 2021 mendatang dengan menyediakan anggaran Rp356,5 triliun untuk menggenjot ekonomi usai terdampak covid-19. Angka ini turun dari PEN tahun 2020 yang mana terdapat Rp695,2 triliun.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menduga jumlah anggaran PEN tidak lebih kecil dibandingkan tahun ini lantaran ada kemungkinan pemerintah mempertimbangkan wabah covid-19 yang sudah mereda di tahun depan, sehingga wajar untuk mengurangi anggaran PEN.

"Pemerintah mungkin mempertimbangkan wabah yang sudah mereda sehingga dampaknya terhadap masyarakat dan dunia usaha sudah menurun. Dengan demikian stimulus yg dibutuhkan sdh tdk sebesar tahun ini," kata Piter ketika dihubungi Sabtu (15/8).

Baca juga: Dorong Ekspansi Fiskal, Pemerintah Lanjutkan PEN di 2021

Namun lebih jauh Piter menilai PEN yang akan diberikan sebesar Rp356,5 triliun itu tidak akan tidak cukup untuk memulihkan ekonomi.

"Menurut saya anggaran PEN ini tidak cukup besar, justru ketika wabah mereda ada momentum untuk kita memacu pertumbuhan ekonomi. Untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik kita membutuhkan stimulus yang lebih besar," ungkapnya.

Ia pun mengatakan agar pemerintah tidak perlu takut dengan pelebaran defisit karena prioritas sekarang ini seharusnya menyelamatkan ekonomi,mengembalikan atau bahkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. (A-2)

BERITA TERKAIT