15 August 2020, 14:35 WIB

Mendagri Ingin Pemulihan Ekonomi Tak Abaikan Kesehatan


Cahya Mulyana | Ekonomi

KONDISI yang sulit seperti saat ini, perlu penanganan kesehatan dan ekonomi secara beriringan. Untuk itu pemerintah daerah (pemda) dituntut berinovasi dan mengoptimalkan anggaran daerah.

"Dalam bahasa pak presiden, pak Jokowi itu istilahnya dengan gas dan rem, gas itu maksudnya adalah menekan ekonomi Tapi sebaliknya juga hati-hati dengan rem," kata Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian sata menggelar Gerakan Sejuta Masker di Pendopo Kabupaten Kuningan dalam keterangan resmi, Sabtu (15/8).

Menurut dia, upaya pemulihan ekonomi mesti diseimbangkan dengan pencegahan covid-19. Itu untuk menjaga kesehatan masyarakat saat perhatian tertuju pada perbaikan kesejahteraan.

Tak hanya dialami Indonesia, menurutnya pandemi covid-19 ini telah memberikan dampak krisis secara global. Maka tidak mudah untuk mengatasi kondisi ini tanpa gotong royong dan kegigihan dari kepala daerah.

"Tidak gampang, ini betul-betul leadership tiap-tiap kepala daerah di uji di masa krisis seperti ini, kapan harus menggagas ekonominya keuangannya, kapan harus mengeremnya, harus betul," ujarnya.

Oleh sebab itu, pemda perlu berhati-hati dalam mengambil kebijakan agar tidak terjadi efek domino di daerahnya. Menurutnya, seorang pengambil kebijakan publik adalah seseorang yang harus memahami persoalan sehingga pengambilan strategi tepat dan efektif.

"Nah karena pandemi ini adalah sekali lagi masalah besar dan efek dominonya sudah saya sampaikan tadi, baik masalah keuangan dan lain-lain. Sehingga menghadapkan dilematika oleh pengambil kebijakan seperti kita para bupati para menteri para pemegang yang mempengaruhi kebijakan kepada publik kita harus belajar mengenai itu," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT