15 August 2020, 05:58 WIB

PTI Beri Pelatihan Wirausaha Kuliner kepada Sahabat Disabilitas


mediaindonesia.com | Humaniora

KOMUNITAS Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) mengawali kegiatan pendidikan perdananya melalui Program Pelatihan Wirausaha Berbasis Kuliner yang kali ini ditujukan  bagi sahabat disabilitas tuna tuli. 

Berkolaborasi dengan  sekolah Highscope Bintaro, pelatihan ini diadakan antara lain untuk menjadi bagian dalam mengatasi kondisi menurunnya roda ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Dede Radinal dari Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) menjelaskan bahwa PTI  berfokus pada tiga lingkup program, yaitu; sosial, pendidikan dan pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

 “Kegiatan yang baru kami luncurkan ini merupakan kombinasi lingkup pendidikan dan pemberdayaan umkm yang kali ini kami tujukan untuk menambah soft skill teman-teman tuli di DKI Jakarta. Dan mengingat kondisi covid-19 yang belum membaik, maka pelatihan ini  kami rancang secara daring dan luring, masing-masing sebanyak 3 kali,” kata Dede.

Dalam sambutannya, Yenee Krisnandari, project director kegiatan ini, mengatakan: “Pelatihan ini didesain dengan 30% secara teori dan 70% praktek. Selama pelatihan peserta akan terus dipantau perkembangannya  dengan pendampingan melalui grup chat."

"Hasil yang diharapkan dari pelatihan yang berakhir di September 2020 ini adalah kemampuan para peserta menjual atau memasarkan produk makannya secara mandiri, baik secara offline maupun online,” jelasnya. 

Yenee juga menyampaikan rasa terima kasih PTI atas dukungan dari berbagai pihak di antaranya Modena, Orangtua grup, Nutrifood yang sudah berpartisipasi dalam acara pelatihan ini dan juga kepada Silfa catering yang mendukung acara ini dengan melibatkan 2 chef handalnya dengan rasa suka cita. 

Anggota PTII lainnya, Weny  Indriyani, menambahkan, untuk menyemangati para peserta, PTI menghadirkan chef profesional sebagai pengajar dan juga motivator inspiratif di setiap sesinya, salah satunya Dimas P Muharram, seorang tuna netra yang aktif memberikan motivasi kepada teman-teman disabilitas yang merupakan peraih beasiswa dari Australia, Founder Kartunet dan pegiat aktivis Disabilitas. 

Dalam sesi sharing sessionnya Dimas mengutarakan bahwa menjadi seorang disabilitas tak ada alasan untuk tidak bisa berkarya, justru sebagai seorang disabilitas harus memiliki enam kemampuan super difabel yang mandiri dan produktif.

Enama kemampuan yaitu mampu berdamai dengan diri sendiri, mampu membaca dan menciptakan peluang di sekitar, mampu fokus pada kelebihan, mampu berkolaborasi  untuk menutup kekurangan, mampu memanfaatkan kesempatan yang ada, dan mampu menginspirasi orang lain.

Dengan dibantu juru bahasa isyarat, seluruh peserta dibuat terkagum oleh pemaparan Dimas yang sangat menginspirasi. Acara ini dipandu dua MC, salah satu di antaranya adalah MC tuna netra 

Di pertemuan pertama ini para peserta melakukan sesi Focus Group Discussion bersama para fasilitator untuk menggali lebih dalam motivasi para peserta dalam berproses mengikuti serangkaian acara pelatihan wirausaha berbasis kuliner selama 1 bulan. Nantinya akan dipilih 5 Peserta terbaik untuk diikutkan program pelatihan tingkat lanjutan.  

Harapan dari PTI yang didukung oleh Highscope Bintaro, para teman tuli mampu mandiri secara financial, baik menjadi seorang Wirausaha Mandiri dengan menghasilkan produk-produk kuliner berkualitas atau menjadi chef handal dan bisa bekerja di Industri Kuliner berbekal ketrampilan yang mereka miliki.

Hal ini sangat mungkin terjadi selama semua dilakukan bersama-sama dengan saling mendukung. Seperti yang diungkapkan Yenee dalam sambutannya,

 “Kita akan kuat jika kita saling bergandeng tangan dalam menjalankan dan memilih jalan yang terbaik untuk kehidupan yang lebih abadi di akhir hayat kita, untuk ribuan kebaikan dan rasa syukur kami terhadap sang pencipta,” ucpa Yenee. (OL-09)

BERITA TERKAIT