15 August 2020, 01:37 WIB

Siswa SD di Kupang KBM Pakai HT


Palce Amalo | Nusantara

SEKOLAH Dasar (SD) Liliba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur menyiasati persoalan mahalnya kuota internet dalam proses belajar mengajar daring dengan memanfaatkan radio komunikasi dua arah atau handy talkie (HT). Penggunaan HT dalam proses belajar mengajar di sekolah tersebut dimulai, Jumat (14/8).

Para siswa dibagi dalam beberapa kelompok, masing-masing kelompom diberikan satu unit HT. Sedangkan satu unit HT lagi dipegang guru.

Ketua Daerah Radio Antarpenduduk Indonesia (RAPI) Nusa Tenggara Timur (NTT) Simon Pelokila mengatakan peralatan tersebut dipasang di SD Liliba Kupang sebagai bagian dari dukungan RAPI meminimalisir ketimpangan belajar-mengajar di tengah pandemi covid-19.

"Orang tua siapkan android tapi tidak ada kuota internet sehingga teman-teman dari RAPI melihat itu dan mengambilalih karena harga HT sangat murah dan tanpa harus isi pulsa, Jaringannya pun lancar," kata Simon.

Menurutnya, seluruh siswa sudah mendapat pelatihan mengenai cara mengunakan HT selama satu minggu. "Kami berikan penjelasan detail kepada siswa sehingga mereka dapat menggunakan radio komunikasi ini dengan baik," ujarnya.

Kepala Sekolah Dasar Inpres Liliba, Yohanes Jogo Tukan menyebutkan KBM dengan HT sangat membantu orang tua, siswa dan guru. "Selama ini KBM di SD Liliba menggunakan sistem online seperti google class room dan whatsapp, dan offline dengan berkunjung ke rumah siswa, tetapi belum maksimal," ujarnya. (R-1)

BERITA TERKAIT