15 August 2020, 00:53 WIB

Pemilihan Ditunda, Calon Kades di Ciamis Jatuh Sakit


Kristiadi | Nusantara

KEPUTUSAN Pemerintah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menunda pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di 143 desa menyusul surat edaran Menteri Dalam Negeri tentang penundaan pelaksanaan Pilkades serentak, membuat banyak para calon kepala desa jatuh sakit. Pasalnya, para calon kepala desa itu telah mengeluarkan uang selama masa sosialiasi.

"Banyak laporan soal kekecewaan akibat ditundanya pemilihan kepala desa serentak. Tidak sedikit calon kepala desa jatuh sakitn bahkan sampai harus menjalani perawatan di rumah sakit Ciamis dan Tasikmalaya. Karena, selama tahapan sosialisasi mereka sudah mengeluarkan anggaran cukup besar antara Rp50 juta hingga Rp100 juta," kata Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Ciamis, Abdul Haris, Jumat (14/8).

Sebelumnya, pilkades serentak di Ciamios akan digelar pada Sabtu (15/8). Namun akibat pandemi covid-19, Kemendagri memutuskan menunda pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa tersebut.  
 
Pihak Apdesi Ciamis, jelas Haris, telah berusaha berkonsultasi  dengan Kemendagri namun keputusan penundaan pilkades tetap bulat dan tidak bisa diganggu gugat. Haris mengatakan, pelaksanaan pilkades sudah dalam tahap akhir yaitu pemungutan suara.

"Biaya yang dikeluarkan para calon kepala desa untuk kampanye dan transportasi tidak sedikit. Bahkan ada calon yang menghutang untuk bisa pemilihan," ujarnya.

Menurut Haris, pihaknya meminta Kemendagri untukl memberi kompensasi akibat penundaan pelaksanaan pilkades ini. Kompensasi itu berupa ganti rugi biasa kampanye yang telah dikeluarkan para calon. (R-1)

BERITA TERKAIT