14 August 2020, 22:56 WIB

Cegah Klaster Baru, DKI Tunda Buka Sekolah


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

JUMLAH rata-rata kasus baru covid-19 di DKI Jakarta kini mencapai 400 kasus tiap harinya. Pemprov DKI Jakarta pun kembali harus memperpanjang PSBB Transisi Fase 1 untuk yang keempat kalinya.

Tidak ada sektor tambahan yang dibuka dalam tahap ini. Begitu pula dengan sekolah tatap muka. Pemprov DKI belum akan membuka sekolah secara tatap muka seperti yang sudah dilakukan di daerah tetangga yakni Kota Bekasi serta di provinsi lainnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau yang akrab disapa Ariza menegaskan hal tersebut.

"Untuk sekolah, DKI terus pertimbangkan yang terbaik. Karena memang kita tak ingin sekolah jadi klaster baru sebagaimana di negara-negara lain yang dirasa aman," ungkap Ariza di Balai Kota, Jumat (14/8).

Di negara lain seperti Tiongkok dan Amerika Serikat, kasus baru covid-19 bermunculan justru saat sekolah tatap muka kembali digelar. Untuk itu, Ariza berharap para orangtua murid bersabar sembari mendampingi anak-anak belajar dari rumah.

"Ketika dibuka sekolah kemudian ada klaster baru. Mudah-mudahan ini jadi pertimbangan kita untuk belum membuka sekolah," tegasnya.

Sebelumnya, desakan untuk membuka sekolah secara bertahap datang dari dua anggota DPRD DKI yakni politikus PDIP Johnny Simanjuntak dan anggota Fraksi PPP Hasbiallah Ilyas.

Johnny sebelumnya merekomendasikan agar sekolah secara bertahap dibuka dimulai dari jenjang yang paling tinggi yakni SMA/SMK. Kemudian sekolah tatap muka bisa dilakukan seluruh jenjang tahun depan.

Sementara itu, politikus PPP Hasbiallah Ilyas menyebut pembukaan sekolah bisa menjadi solusi bagi para orangtua yang tidak mampu membelikan kuota internet untuk sekolah daring bagi anak-anaknya. Pembukaan sekolah disarankan hanya di zona hijau. (OL-8).

 

BERITA TERKAIT