14 August 2020, 15:35 WIB

Kompetisi Wirausaha DSC Dorong Kebangkitan Ekonomi di Era Pandemi


Eni Kartinah | Ekonomi

PANDEMI covid-19 telah banyak mengubah tatanan hidup masyarakat, termasuk juga menimbulkan goncangan ekonomi. Daya beli masyarakat menurun, omzet bisnis merosot, usaha gulung tikar, hingga pemutusan hubungan kerja bagi karyawan di sejumlah industri.

Di tengah situasi tersebut, kompetisi wirausaha di Indonesia, Diplomat Success Challenge (DSC), tetap digelar. “Penyelenggaraan DSC XI 2020 di tengah pandemi ini turut mendukung ketahanan dan keberlangsungan dunia usaha di Indonesia, yang jadi salah satu kunci dalam mengatasi krisis,” ujar Surjanto Yasaputera, Ketua Dewan Komisioner DSC XI 2020, pada konferensi pers yang digelar secara virtual, Jumat (14/8).

Baca juga: Pemerintah Percepat UMKM Go Digital

Surjanto menyampaikan, salah satu sektor paling vital untuk dibangkitkan saat ini adalah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) atau wirausaha. “UMKM berperan strategis dalam pemulihan dan menggerakkan perekonomian bangsa, termasuk penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, penguatan iklim wirausaha secara umum di Indonesia sangat mendesak dilakukan. DSC dapat menjadi rumah bagi para wirausahawan untuk mengembangkan bisnisnya,” kata Surjanto.

DSC merupakan kompetisi tahunan yang diinisiasi Wismilak Foundation sejak 2010. Kompetisi  ini hadir untuk menggerakkan ekosistem wirausaha, menjadi fasilitator yang membantu tumbuh kembangnya bisnis di Indonesia. Setiap tahun, DSC memberikan hadiah hibah modal usaha total Rp2 miliar, pendampingan dan edukasi, bagi peserta yang terpilih. Adapun tema penyelenggaraan DSC XI 2020 adalah #BikinGebrakan. Tema ini mendorong generasi muda untuk berani berwirausaha dan membuat gebrakan dalam bisnis, khususnya yang bisa relevan dengan kebutuhan dan situasi terkini.

Program Initiator DSC, Edric Chandra, menyampaikan, pandemi telah menjadi ‘disrupsi’ signifikan dalam dunia bisnis. Munculnya sejumlah tren, transformasi, dan kenormalan baru dalam menjalankan bisnis, melecut dunia usaha untuk inovatif dan adaptif agar dapat selamat dari krisis. “Kami berharap DSC dapat menumbuhkan generasi muda yang percaya diri dan tangguh untuk membuat gebrakan bisnis, dan kami siap mendukung lahirnya ide dan terobosan bisnis baru yang relevan dan dibutuhkan oleh masyarakat saat ini,” papar Edric.

Pendaftaran kompetisi DSC dibuka pada 19 Agustus 2020 sampai 19 Oktober 2020. Kompetisi itu terbuka untuk perorangan, bukan beregu. Jika sebuah tim ingin mengikuti DSC, dapat mengirimkan perwakilan anggotanya yang memiliki kemampuan dan memahami ide bisnis untuk menjadi wakil sebagai peserta.

Program DSC memberikan peluang bukan hanya pada bisnis yang sudah berjalan, namun juga bagi mereka yang saat ini memiliki ide bisnis yang masih berupa konsep, baik bisnis yang menghasilkan barang ataupun jasa. Peserta boleh mengirimkan ide bisnis sebanyak-banyaknya.

Setelah pendaftaran ditutup, tahap selanjutnya adalah seleksi untuk mendapatkan 1.000 peserta terbaik, yang kemudian akan diseleksi lagi untuk menjadi 150 peserta terbaik. Selanjutnya akan dikerucutkan lagi menjadi 20 finalis, yang terpilih untuk lolos mengikuti tahap inkubasi, Market Challenge, dan berakhir dengan Final Day pada Desember 2020 mendatang. Para peserta yang lolos seleksi akan memperoleh modal usaha senilai total Rp2 miliar, juga pendampingan selama dua tahun tanpa biaya, dengan materi yang disesuaikan dengan ide bisnis mereka.

Sehubungan dengan pandemi, DSC XI 2020 hadir dengan format baru yang berbeda dari sebelumnya,  dengan menggabungkan konsep on-ground roadshow dan virtual roadshow. Roadshow bersifat virtual mendominasi, dengan kegiatan seperti webinar, Youtube Live, Instagram Live, dan podcast dengan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang bisnis, yang diharapkan dapat menarik para submitters mengirimkan ide bisnis proposal mereka. Kegiatan roadshow ini dilakukan bersama beberapa mitra, di antaranya MarkPlus, yang berkolaborasi dengan DSC dengan menggelar serangkaian webinar, selain itu DSC juga menggandeng 40 kampus, 20 inkubator, yang berlokasi di 20 kota.

Handoko Hendroyono, Co-founder M Bloc Space & Filosofi Kopi yang menjadi salah satu Mentor Nasional DSC XI, menyambut baik penyelenggaraan DSC yang konsisten memfasilitasi wirausaha Indonesia. Handoko menyadari bahwa menjalani dan membangun bisnis di tengah pandemi, penuh tantangan dan tidak mudah. Namun di sisi lain, pandemi justru telah memunculkan sejumlah peluang bisnis baru, dan meningkatan kreativitas sejumlah orang dalam berbisnis di tengah keterbatasan.

Oleh karena itu, masih dalam semangat Hari Kemerdekaan, Handoko mendukung kesempatan ini bisa jadi momentum menggairahkan dan memajukan brand dan produk lokal. “Ini saatnya brand dan produk lokal semakin kreatif, dari mulai digitalisasi bisnis, hingga inovasi produk atau model bisnis. Dan yang utama adalah kita bersama menjaga optimisme agar bisa bertahan di masa pandemi. Tidak menyerah di masa sulit, beradaptasi dengan keadaan, diharapkan situasi perekonomian bisa pulih segera,” ucap Handoko.

Telah berjalan selama satu dekade, DSC terus memperluas jangkauannya. Sejak penyelenggaraan perdana pada 2010, DSC telah menerima 48.633 proposal bisnis, menggelontorkan Rp 15 miliar hibah modal usaha, dan melahirkan lebih dari 300 alumni yang tergabung dalam jejaring Diplomat Entrepreneur Network (DEN). “Di tahun ini kami menargetkan 12.500 proposal bisnis baru. Kami percaya DSC adalah platform yang lengkap bagi para wirausahawan untuk mewujudkan impian, sekaligus melahirkan inovasi dan kreasi yang bermanfaat,” pungkas Edric Chandra. (A-1)

BERITA TERKAIT