14 August 2020, 19:05 WIB

Hiburan Malam Minta Dibuka, Gubernur Sulsel Minta Bersabar


Lina Herlina | Nusantara

ASOSIASI Usaha Hiburan Malam (AUHM) menuntut ganti rugi kepada Pemerintah Kota Makassar sebesar Rp48 miliar per bulan. Tuntutan tersebut merupakan imbas dari larangan pemerintah terkait penutupan 
tempat usaha hiburan di masa pandemi Covid-19.

Ketua AUHM Zulkarnaen Ali Naru mengungkapkan selama penutupan tempat usaha hiburan malam di Makassar, lebih dari 5.000 pekerja kehilangan mata pencaharian. Bahkan, mereka pun sempat menggelar unjuk rasa.

Baca juga: Kakwarda Melati Erzaldi Mengukuhkan 11 Majelis Pembimbing

"Apa kira-kira solusinya pemerintah untuk kami? Pekerja hiburan yang menggantungkan hidup di situ, bertahan hidup untuk keluarga dari hiburan," ungkap Zulkarnaen.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga Kesbangpol Makassar, Haeruddin Thamrin mengatakan, pemerintah akan meninjau ulang kebijakan tersebut. Sebab ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar usaha hiburan bisa dibuka kembali.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mempertanyakan alasan mereka berunjuk rasa. 

"Mau aksi apa? Mau demo-demo juga untuk apa juga? Apakah itu solusi? Dialog dulu dong! Ini saja sekarang perkawinan lagi kita buat protap protokolnya. Satu-satu dong, jangan langsung semua," serunya.

Nurdin juga meminta untuk semua masyarakat Sulsel, khususnya Makassar untuk bersabar. 

"Ini sekarang sudah boleh dikata, dalam dua minggu terakhir, kasus Covid-19 sudah mulai landai," lanjutnya.

Bahkan, dari data yang ada, sepekan terakhir ini, kasus baru virus korona di Sulsel hanya dikisaran 100, dan terkadang hanya 50 kasus baru. 

"Ini harus dijaga. Dan kalau positive rate kita di bawah 5%, sudah kita buka semua tuh," tutup Nurdin. (OL-6)

BERITA TERKAIT