14 August 2020, 16:45 WIB

Ini Alasan DKI Masih Larang Pesta Pernikahan


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

PEMERINTAH provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih melarang acara atau pesta pernikahan selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, pelarangan tersebut disebabkan kasus positif Covid-19 yang masih tinggi di Ibu Kota.

Baca juga: Wagub DKI Sebut Ganjil Genap Efektif Tekan Mobilitas Warga

"Kami sudah bahas bersama para ahli dengan pemerintah lewat tim gugus pusat dan intansi bahwa kebijakan yang diambil bersama berdasarkan fakta (kasus Covid-19 tinggi)," kata Riza di Gedung Balai Kota Jakarta, Jumat (14/8).

Riza juga memastikan, selain menggelar pesta pernikahan, acara di tempat hiburan seperti live music juga masih dilarang.

Jika diizinkan, kegiatan yang mengundang kerumunan itu, dikhawatirkan bakal menyumbang kasus Covid-19. Seperti halnya klaster pasar tradasional dan perkantoran.

"Kami paham ada yang ingin segera dibuka karena ekonomi dan sebagainya. Tapi (kebijakan) ini semua untuk melindungi seluruh warga Jakarta. Terlebih Jakarta ini ibu kota penghubung. Kita lebih rentan (terpapar Covid-19)," jelas Riza.

Sebelumnya, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta menyebut hanya memperbolehkan acara akad nikah dengan tamu undangan tidak lebih dari 30 orang dan menerapkan protokol kesehatan

"Iya, masih belum diizinkan," Kepala Dinas Parekraf ujar Cucu Ahmad Kurnia , Jakarta, Selasa (4/8). (OL-6)
 

BERITA TERKAIT