14 August 2020, 16:28 WIB

Investor Korea Selatan Minati Kawasan Industri Batang


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

BADAN Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus menjajaki relokasi investasi perusahaan-perusahaan asing. Saat ini satu perusahaan asal Korea Selatan tengah berkoordinasi intensif untuk relokasi ke Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah.

Direktur Promosi Sektoral BKPM Imam Soejoedi mengatakan minat serius yang ditunjukkan perusahaan Korea Selatan ini segera direspons Tim Satgas Relokasi Investasi. Walaupun masih dalam keterbatasan mobilisasi akibat pandemi covid-19, BKPM tetap memberikan pendampingan secara penuh kepada perusahaan.

"Pada prinsipnya, pemerintah Indonesia akan memenuhi kebutuhan perusahaan untuk dapat segera merealisasikan rencana relokasi investasinya ke Indonesia. Dalam kunjungan ini, kami melibatkan konsorsium pembangunan KIT Batang, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batang dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama atas pentingnya investasi ini segera direalisasikan," jelas Imam dikutip dari siaran pers, Jumat (14/8).

Imam menambahkan perusahaan yang akan merelokasi perusahaannya tersebut bergerak di bidang usaha industri kaca, dengan rencana investasi US$330 juta yang akan dilakukan dalam dua tahap. Secara keseluruhan, potensi penyerapan tenaga kerja Indonesia diperkirakan mencapai 1.100 orang.

"Ini harus kita dukung. Perwakilan perusahaan yang datang akan segera melaporkan hasilnya kepada kantor pusatnya di Korea Selatan. Kalau berjalan sesuai rencana, dalam waktu dekat konsorsium pengembang KIT Batang dan perusahaan akan menandatangani kesepakatan untuk pembuatan rencana pengembangan kawasan dan utilitas pendukung utama," lanjut Imam.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan komitmen relokasi investasi 7 perusahaan asing dengan total investasi mencapai US$850 juta atau sekitar Rp11,9 triliun.

Perusahaan-perusahaan ini memindahkan pabriknya dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jepang, Taiwan, Thailand, Malaysia dan Korea Selatan. Di tahapan selanjutnya, ada 17 perusahaan yang dijajaki oleh BKPM dengan potensi investasi senilai US$37 miliar atau setara Rp518 triliun. (E-3)

BERITA TERKAIT