14 August 2020, 15:29 WIB

Kegiatan Belajar di SMKN 2 Maumere Gunakan Bilik Transparan


Gabriel Langga | Nusantara

SEKOLAH-SEKOLAH sedang berjuang untuk membuat para siswa-siswinya tetap terlibat dalam proses kegiatan belajar mengajar selama masa pandemi.

Salah satunya di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Maumere, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan di ruang kelas dengan menggunakan bilik transparan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMK Negeri 2 Maumere Dionisius Siga mengatakan proses pembelajaran yang diterapkan di sekolahnya dengan tiga model pembelajaran yakni sistem daring (dalam jaringan), sistem luring (luar jaringan) dan sistem tatap muka.

Dion Siga mengungkapkan, dalam evaluasi dewan guru dan orangtua siswa, ternyata banyak siswa-siswi kurang aktif dalam pembelajaran daring. Sehingga, pihak sekolah dan orangtua memutuskan untuk dilakukan pembelajaran tatap muka dikelas dengan menggunakan bilik transparan.

"Hasil evaluasi banyak siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran daring. Padahal mereka sudah punya handphone dan punya pulsa data. Tetapi tetap kurang aktif. Makanya kita, memberanikan diri untuk menerapkan pembelajaran tatap muka dengan segala macam persiapan kita yang sederhana ini. Sampai kita merancang untuk setiap meja dan kursi punya sekat masing-masing dengan plastik. Bilik transparan ini kita buat sendiri," kata Dion Siga kepada Media Indonesia, Jumat (14/8).

Baca juga: Belajar Tatap Muka di Tiga SD Purbalingga Disetop

Dion Siga mengaku yang memiliki bilik transparan baru dua kelas dan dipakai bergantian sesuai dengan hari masuk kelas yang ditentukan yakni kelas X pada Senin dan kamis. Kelas XI pada Selasa dan Jumat, kelas XII pada Rabu dan Sabtu.

"KBM di kelas, setiap siswa menempati kursi dan meja yang sudah dilengkapi dengan bilik transparan. Jumlah siswa yang belajar di setiap kelas juga dibatasi. Pembelajaran tatap muka ini tidak serentak. Jam belajar dimulai pukul 07.30-10.00 Wita," ungkapnya.

Setiap siswa dan guru yang mengikuti proses pembelajaran tatap muka terlebih dahulu diperiksa suhu tubuh menggunakan thermogun oleh petugas piket. Selanjutnya, mereka akan diarahkan untuk mencuci tangan di tempat yang sudah disiapkan oleh sekolah.

"Siswa dan guru wajib gunakan masker, diperiksa suhu tubuh dan cuci tangan, baru mereka dipersilakan menuju ke ruang kelas masing- masing untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Prinsip dalam pembelajaran tatap muka ini kita mengedepankan protokol kesehatan," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT