14 August 2020, 15:27 WIB

Pengamat : Presiden Luput Isu Pendidikan


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

PENGAMAT Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai Presiden Jokowi menekankan persatuan dalam isi pidatonya tahun ini. Sayangnya isu mengenai pendidikan luput dari perhatian presiden.

"Fokus pidato Jokowi cuma satu, imbauan moral soal pentingnya bangkit bersama. Pandemi covid- 19 harus dijadikan momen bangkit dan melakukan langkah besar dalam bidang ekonomi, politik, hukum, kesehatan, sosial-budaya ke depan," paparnya kepada mediaindonesia.com, Jumat (14/8).

Baca juga : Pidato Presiden Realistis dan Optimistis

Menurut dia, presiden mengajak masyarakat Indonesia tidak boleh menyerah dengan pandemi virus korona. Artinya, bangsa ini diminta untuk optimis menghadapi korona dengan berbagai upaya bersama.

"Isu lain yang disampaikan Jokowi seperti demokrasi, pancasila, ideologi, sebatas mengingatkan kembali arti penting kehidupan berbangsa dan bernegara kita harus didasarkan pada nilai-nilai itu," ungkapnya.

Dari semuanya, Jokowi dinilai luput mengungkap isu pendidikan yang terhantam dampak covid-19. "Hanya, ada yang luput dari pidato Jokowi soal pendidikan di masa pandemi. Padahal isu ini juga sangat penting mengingat pendidikan back bone peradaban anak bangsa. Banyak yang mengeluh pendidikan via daring tak maksimal. Bahkan banyak terkendala tehnis seperti tak ada quota, tak ada HP, tak ada internet. Soal ini sama sekali tak disinggung presiden dalam pidatonya,"pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT