14 August 2020, 14:30 WIB

Ekonom Nilai Penyaluran Bansos Belum Signifikan


Hilda Julaika | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo menyatakan pemerintah berupaya mempercepat distribusi bantuan sosial (bandos). Seperti melalui perubahan rumusan program dan penyesuaian dengan kondisi terkini.

Pemerintah juga melakukan realokasi anggaran dalam waktu singkat. Hal itu disampaikan Jokowi, sapaan akrabnya, dalam Pidato Kenegaraan Sidang MPR RI 2020.

Menanggapi pernyataan Kepala Negara, Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah, menilai belum ada lonjakan signifikan dalam realisasi bansos. Sampai saat ini, realisasi anggaran bansos baru sekitar 50%. Padahal, masyarakat tidak bisa menunggu untuk di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi covid-19.

Baca juga: Presiden: Perjuangan Penanggulangan Covid-19 Sudah Luar Biasa

“Realisasi anggaran bansos belum mencapai 50%. Perlu dipahami, mereka (masyarakat) yang membutuhkan tidak bisa menunggu terlalu lama. Mereka tidak bisa menunggu hingga akhir tahun,” pungkas Piter saat dihubungi, Jumat (14/8).

Dia berpendapat pemerintah harus segera mengejar realisasi bansos hingga 100% sebelum akhir tahun. Caranya, menyingkirkan sejumlah hambatan dalam penyaluran bansos.

“Hambatan-hambatannya disingkirkan. Misalnya, persoalan birokrasi dan data. Pemerintah pasti sangat tahu hambatannya apa saja,’ imbuh Piter.

Baca juga: Menkeu: Realisasi Dana PEN Lebih Cepat dengan Program Eksisting

Untuk menyingkirkan sejumlah hambatan, pemerintah harus menerapkan sense of crisis. Dengan menyadari bangsa Indonesia berada dalam ancaman krisis. Sehingga, pemerintah perlu mengambil keputusan dengan cepat.

“Paling utama adalah adanya sense of crisis. Menyadari bahwa kita dalam ancaman krisis dan memerlukan keputusan yang cepat. Harus berani ambil risiko,” pungkasnya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT