14 August 2020, 13:53 WIB

Presiden: Pancasila Tidak Bisa Dipertukarkan


Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo menegaskan nilai-nilai Pancasila dan persatuan bangsa harus terus dijaga dan dirawat. Presiden menegaskan Pancasila jangan dipertukarkan dengan nilai-nilai lain dan jangan ada ruang untuk menggoyahkannya.

"Nilai-nilai luhur Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, persatuan dan kesatuan nasional, tidak bisa dipertukarkan dengan apapun juga. Kita tidak bisa memberikan ruang sedikit pun kepada siapa pun yang menggoyahkannya,"

ucap Presiden dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2020, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Kepala Negara menegaskan ideologi dan nilai-nilai luhur bangsa tidak boleh dipertukarkan dengan kemajuan ekonomi. Bahkan, kemajuan ekonomi membutuhkan semangat kebangsaan yang kuat. Karena itu, Presiden menyerukan kemajuan Indonesia harus berlandaskan pada Pancasila

"Kemajuan Indonesia harus berakar kuat pada ideologi Pancasila dan budaya bangsa," ungkapnya.

Presiden menyebut sistem pendidikan nasional harus mengedepankan nilai-nilai Ketuhanan yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia, serta unggul dalam inovasi dan teknologi. Presiden pun mengajak semua platform teknologi harus mendukung transformasi kemajuan bangsa.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyoroti peran media digital yang kini berkembang pesat di Tanah Air. Presiden pun menitipkan pesan agar perkembangan media digital turut berkontribusi bagi kepentingan kemanusiaan dan kebangsaan.

"Peran media-digital yang saat ini sangat besar harus diarahkan untuk membangun nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Semestinya, perilaku media tidak dikendalikan untuk mendulang click dan menumpuk jumlah like, tapi seharusnya didorong untuk menumpuk kontribusi bagi kemanusiaan dan kepentingan bangsa," ungkapnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT