14 August 2020, 12:36 WIB

Sulsel Kunci Kemajuan di Indonesia Timur


Media Indonesia | HUT RI

HARI Ulang Tahun ke-75 Kemerdekan Republik Indonesia menjadi momentum bagi provinsi Sulawesi Selatan untuk menegaskan kembali sebagai pintu gerbang kawasan Timur Indonesia.

"Kami berharap Sulsel ini menjadi barometer pertumbuhan ekonomi di timur. Dan salah satu kuncinya adalah, kita harus bersama mendorong pembangunan infrastruktur," ungkap Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, di Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin.

Ia menjabarkan sebanyak 24 kabupaten/kota di Sulsel memiliki kegiatan ekonomi yang sangat potensial. Terlebih, Sulsel juga sebagai daerah penyangga nasional.

"Untuk itu, harapannya, kami sebagai pemerintah daerah dan seluruh masyarakat, supaya daya saing kita terus naik, maka pemerintah pusat bisa mendukung dalam rangka mendorong infrastruktur terutama jalan. Kami sangat mendambakan pembangunan tol di kabupaten/kota," ungkap Nurdin.

Tidak hanya itu, Sulsel juga mendorong kawasan ekonomi baru di bagian wilayah selatan seperti kawasan industri Takalar dan Kawasan Industri Bantaeng (KIBA).

KIBA misalnya merupakan kawasan strategis karena menjadi satu-satunya kawasan industri yang perbatasannya langsung berhadapan dengan laut, yang memudahkan secara langsung kegiatan ekspor.

"Saya kira, ini amat penting sekali karena jika Sulsel maju, Indonesia timur juga maju. Sulsel ini jadi kunci pembangunan di timur," lanjut mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.

Ia juga tidak lupa berterima kasih kepada pemerintah pusat, dalam hal ini, Presiden Joko Widodo, karena berkat Presiden Jokowi kini Sulsel sudah jauh lebih maju.

Misalnya, saat ini sudah bisa direct call dengan keberadaan Makassar New Port di Sulsel. Dengan keberadaan new port yang baru itu, bisa terintegrasi dengan kawasan industri.

"Dengan kondisi itu, mobilitas baik barang modal dan ekspor jadi satu kesatuan. Tidak perlu lagi keluar dan lewat Surabaya," sebut Nurdin.

Termasuk pula, dalam pembangunan dan pengembangan Bandar Udara Sultan Hasanuddin. Menurut Nurdin, hal itu tak hanya membuat bangunannya jadi istimewa, tetapi juga pemerintah pusat menjadikannya bandara tersebut sebagai bandara internasional yang membuka jalur penerbangan langsung keluar negeri, seperti Jepang dan negara-negara Eropa, serta berbagai negara Asia lainnya.

"Sehingga kami yang di kawasan Timur ini, tidak perlu harus ke Bali atau ke Jakarta kalau mau ke luar negeri. Kita mau bandara kita, bisa mengurangi beban penumpang pesawat di bandara Jakarta atau Bali, dan terutama untuk rute-rute penerbangan internasional," sebut Guru Besar Universitas Hasanuddin ini.

Mimpi Gubernur untuk Sulsel dan Indonesia
Indonesia merupakan negara agraris serta negara kepulauan. Karena itu, Nurdin Abdullah menekankan dengan kondisi tersebut, Sulsel memiliki kontribusi yang ingin dicapai serta betul-betul fokus pada keunggulan daerah.

"Mimpi saya sekarang ini 330 pulau di Sulsel harus menikmati fasilitas pembangunan seperti air bersih, listrik, transportasi yang aman dan nyaman, dan konektivitas antarpulau yang bisa terbangun. Yang lebih penting, mimpi saya bagaimana masyarakat pulau bisa sejahtera dari sumber daya laut yang ada," kata Nurdin.

Untuk itu, kata Nurdin, hal tersebut harus didukung dengan teknologi. Pasalnya, banyak hal yang bisa dilakukan Sulsel apabila infrastruktur pendukung dimiliki. Hal itu antara lain bisa dimulai dengan membangun dermaga penyeberangan yang memadai serta tentunya memiliki akses yang harus bagus.

"Potensi di pulau-pulau itu sangat luar biasa, sangat potensial. Mimpi saya pada 2021 atau tahun depan, kami sudah bisa masuk untuk menghapus keterbatasan yang ada, perbaikan alat tangkap dan armada tangkap yang memadai, dan kapal-kapal besar bisa sandar di dermaga-dermaga kami. Terkait itu, sudah saya bahas dengan kepala balai dan industri kapal Indonesia," sebut Nurdin.

Selain itu, terang Nurdin, pihaknya juga bakal mendorong masyarakat di pulau-pulau memiliki keahlian dan keterampilan tersendiri agar hasil tangkap mereka di sana tidak semua dibawa ke kota, melainkan bisa juga diolah dengan teknologi yang baik.

Negara agraris
Saat ini, diakui Nurdin, masa pandemi covid-19, memang berdampak pada resesi ekonomi dunia. Meski begitu, Nurdin berharap bangsa Indonesia tidak terlalu merasakannya, karena negara Indonesia merupakan negara agraris.

"Mungkin kita bisa menunda untuk membeli mobil, membeli motor, serta peralatan elektronik, tapi tidak ada satu pun yang bisa menunda makan. Makanya, kita fokus pada sektor pertanian," seru Nurdin.

"Nah Indonesia akan muncul sebagai salah satu penyangga pangan dunia, termasuk Sulsel. Karena itu, apabila kondisi pandemi sekarang, belum juga ditemukan adanya vaksin, ya kita harus menjaga diri dengan betul-betul dalam menerapkan protokol kesehatan. Apabila krisis pangan, apa yang bisa dihindari coba? Orang lapar itu tidak bisa ditahan," sambung Nurdin.

Karenanya, dia sangat yakin Indonesia tidak terlalu terdampak resesi dunia, lantaran negara Indonesia bukan negara industri besar. "Kita ini kan negara agraris, sejengkal lahan pun harus bisa dimanfaatkan," tutupnya. (LN/S3-25)

BERITA TERKAIT