14 August 2020, 12:07 WIB

Palestina Sebut Kesepakatan Damai Israel dan UAE Pengkhianatan


Basuki Eka Purnama | Internasional

VETERAN perunding Palestina menyebut kesepakatan normalisasi hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel sebagai sebuah pengkhianatan sepenuhny pada rakyat Palestina.

Berdasarkan kesepakatan, yang diperantarai oleh Amerika Serikat (AS), sekaligus yang pertama antara Israel dan Negara Teluk Arab, Israel setuju menunda rencana aneksasi mereka terhadap Tepi Barat yang diduduki, yang diimpikan rakyat Palestina sebagai bagian dari negara merdeka di masa depan.

Ditanya apakah Otoritas Palestina (PA) atau Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengetahui kesepakatan tersebut, Hanan Ashrawi mengatakan, "Tidak. PLO, PA, dan para pimpinan Palestina tidak mengetahui bahwa ini akan terjadi. Kami dibutakan. Kesepakatan rahasia mereka kini terkuak. Ini sebuah pengkhianatan yang menyeluruh."

Baca juga: Israel dan UEA Capai Kesepakatan Damai Bersejarah

Sebelumnya, Putra Mahkota Abu Dhabi, penguasa riil UAE, Syekh Mohammed bin Zayed mengatakan pihaknya telah berbicara dengan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Netanyahu.

Dari pembicaraan itu muncullah kesepakatan untuk menghentikan aneksasi yang sudah direncanakan Israel atas wilayah Palestina.

Sejumlah pemimpin negara di dunia, kecuali Donald Trump, menentang tindakan Israel menganeksasi wilayah itu.

Indonesia termasuk salah satu negara yang berjuang keras menghentikan langkah Israel yang akan semakin menyengsarakan rakyat Palestina itu. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT