13 August 2020, 22:49 WIB

Mendagri Tunda 143 Pilkades di Kabupaten Ciamis


Kristiadi | Nusantara

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Ciamis yang akan digelar pada 15 Agustus 2020, telah dibatalkan bagi 143 Desa di masa Pandemi Covid-19. Keputusan secara langsung disampaikan Mendagri memutuskan untuk tetap menunda pelaksanaan Pilkades, karena menyangkut keputusan nasional.

Caba juga kondisi Ciamis saat menangani pandemi covid-19: https://mediaindonesia.com/read/detail/308116-tim-penanganan-covid-19-ciamis-kewalahan

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan, dirinya telah melakukan konsultasi bersama Ketua Pelaksana Pilkades serentak sekaligus Asisten pemerintahan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, tetapi keputusan yang disampaikan oleh Mendagri memutuskan untuk tetap menunda dalam pelaksanaan Pilkades itu karena menyangkut keputusan nasional dan harus loyal dengan keputusan pusat.

"Kami sudah mengupayakan semaksimal mungkin dan berkonsultasi langsung dengan Dirjen Bina Pemdes Kemendagri RI Nata Irawan dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Numun, pada tanggal 10 Juli telah beredar surat edaran dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait tentang penundaan pelaksanaan pemilihan kepala Desa (Pilkades) dan pemilihan seluruh Indonesia Kepala Desa Antar Waktu (PAW)," katanya, Kamis (13/8).

Herdiat mengatakan, Pemkab Ciamis selama ini telah mengerahkan segala upaya supaya meyakinkan Kemendagri untuk melanjutkan tahapan pelaksanaan Pilkades. Akan tetapi, Kementerian tetap dengan pendiriannya untuk menunda pelaksanaan Pilkades yang selama ini akan digelarnya di Kabupaten Ciamis 15 Agustus 2020 dan calon kades termasuknya masyarakat harus tetap menerimanya.

"Kami meminta supaya masyarakat menjaga kondusifitas dan saya juga memahami telah banyak anggaran yang telah dikeluarkan serta pengorbanan dari para Panitia Pilkades. Akan tetapi, saya berupaya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat agar Pilkades serentak itu bisa dilaksanakan, tapi kita harus menerima keputusan tersebut," ujarnya.

Sementara, Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra mengatakan, keputusan penundaan Pilkades serentak yang akan dilakukannya selama ini telah diperjuangkan dan tinggal direncanakan. Namun, setelah dilakukan pertemuan bersama Dirjen Bina Pemdes menyetujuinya dengan alasan yang disampaikan Bupati tetapi setelah bertemu Mendagri tidak mengijinkan Pilkades itu digelar.

"Kami memahami telah banyak anggaran yang dikeluarkan dalam Pilkades ini, dengan berat hati saya menyampaikan kepada seluruh Pjs Kepala Desa, panitia, calon Kades, masyarakat Ciamis dan lainnya pelaksanaan itu ditunda setelah selesainya Pilkada serentak 2020," paparnya. (OL-12)

BERITA TERKAIT