13 August 2020, 19:40 WIB

Memakai Buff Sebagai Masker Malah Berbahaya


Fetry Wuryasti | Weekend

MASKER menjadi benda yang wajib dikenakan di luar rumah, sekarang ini. Berbagai jenis masker pun hadir, baik masker medis maupun kain. 

Pengendara motor, biasanya telah terbiasa menjadikan buff atau neck gaiter (pelindung leher), sebagai masker untuk menghalau asap dan debu di jalanan. Buff masih memungkinkan udara tersirkulasi dan pemakainya dapat bernapas. Tidak heran, buff juga disukai pelari karena bahannya yang ringan. 

Namun dari penelitian uji penyebaran udara dan droplet, buff yang terbuat dari bahan spandeks polyester ini memiliki peringkat yang lebih buruk daripada kelompok orang tanpa masker. Dengan begitu, buff justru lebih bahaya daripada tidak memakai masker sama sekali di masa pandemi virus korona.

Warren S. Warren, seorang profesor fisika, kimia, radiologi dan teknik biomedis di Universitas Duke, Carolina, Amerika Serikat mengungkapkan jika beberapa masker kain katun sama efektifnya dengan masker bedah. Sementara pelindung kaki spandeks poliester tipis mungkin lebih buruk daripada tanpa masker.

"Buff ini sangat umum di banyak tempat karena sangat nyaman dipakai. Tapi alasan sebenarnya mengapa mereka begitu nyaman, yaitu karena mereka tidak membatasi udara, adalah alasan mengapa mereka tidak banyak membantu (menjadi masker)," kata Warren dilansir Washington Post.

Kain buff yang tipis dan berpori banyak membuat droplet bisa terpecah menjadi partikel yang lebih kecil. Penelitian juga menunjukkan jika partikel kecil lebih mungkin bertahan di udara lebih lama. Jenis penutup wajah lain yang mungkin termasuk dalam kategori masker yang tidak dianjurkan adalah bandana dan masker rajutan. (M-1)

BERITA TERKAIT