13 August 2020, 16:10 WIB

Pembunuhan Bos Roti WN Taiwan, Polisi Masih Buru 5 Tersangka


Tri Subarkah | Megapolitan

PENYIDIK Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya masih memburu lima orang yang terlibat dalam pembunuhan berencana dengan korban bos roti warga negara Taiwan, Hsu Ming Hu, 52. Pembunuhan tersebut diotaki oleh sekertaris pribadi Hsu berinisial SS, 37, yang dipicu rasa sakit hati.

Menurut Kanit 5 Subdit Resmob Ditreskrimum PMJ AKP Rulian Syauri, salah satu DPO dalam kasus tersebut membawa senjata tajam yang digunakan dalam pembunuhan tersebut. Adapun pisau yang digunakan merupakan pisau sampur.

"Yang perlu didalami dalam kasus ini pada rekon ini bahwa senjata yang digunakan untuk membunuh korban ini berupa pisau jenis sangkur yang sampai saat ini masih dibawa oleh DPO," papar Rulian di Cikarang, Bekasi, Kamis (13/8).

Kelima buronan polisi tersebut adalah S alias Asep alias Jabrik, R, MS alias Yusuf, EJ, serta DPJ. Kedua nama yang disebut pertama merupakan eksekutor dalam pembunuhan Hsu di kediamannya di Cluster Carribean, Kota Deltamas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Eksekutor lainnya, yakni AF, 31, telah ditangkap bersama polisi.

Baca juga : Polri: Hukuman pada Masyarakat adalah Pilihan Terakhir

Selain AF, polisi sampai sejauh ini juga telah menangkap tiga orang lainnya, yakni SS, Fl alias FT, serta SY.

Hsu dibunuh di kamar mandinya pada oleh S alias Asep dengan pisau berjenis sangkur pada Jumat (24/7) lalu sekira pukul 17.30 WIB. Minggu (26/7), warga di sekitar Sungai Citarum, Subang, Jawa Barat menemukan jasad laki-laki dengan luka tusukan di perut dan dada. Hsu sempat dilaporkan hilang pada Senin (27/7). Setelah diteliti, jenazah tersebut merupakan Hsu.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, menjelaskan bahwa rasa sakit hati SS timbul karena Hsu tak mau bertanggung jawab atas bayi yang dikandung SS. Bahkan, Hsu meminta SS untuk menggugurkan kandungannya.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PMJ Kombes Yusri Yunus mengungkapkan rasa sakit hati SS diperparah setelah mendengar kabar bahwa Hsu ingin menikahi asisten rumah tangganya berinisial SY.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum PMJ Kombes Tubagus Ade Hidayat, SS menyanggupi untuk membayarkan para pelaku pembunuhan dengan total uang Rp150 juta.

"Satu paket Rp150 juta," pungkas Tubagus. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT