13 August 2020, 12:55 WIB

Prancis Tingkatkan Militernya di Mediterania untuk Hentikan Turki


Faustinus Nua | Internasional

Presiden Emmanuel Macron pada Rabu (12/8) mengatakan bahwa Prancis akan meningkatkan kehadiran militernya di Mediterania timur. Hal itu untuk menghentikan eksplorasi minyak dan gas yang dilakukan Turki di perairan yang masih jadi sengketa. Tindakan Turki meningkatkan ketegangan antara Prancis dengan Yunani.

Dikutip AFP, pemimpin Prancis itu menyuarakan keprihatinan atas eksplorasi sepihak oleh Turki dalam percakapan teleponnya dengan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis. Macron meminta eksplorasi harus dihentikan untuk memungkinkan dialog damai antara anggota NATO dan tetangga.

Baca juga: Demokrasi Taiwan Dipandang Kunci Keberhasilan Memerangi Covid-19

Kebuntuan semakin dalam minggu ini dengan kedatangan kapal penelitian seismik Turki Oruc Reis di daerah sengketa di Mediterania, Kapal ini disertai dengan kapal perang.

"(Prancis) akan memperkuat sementara. Prancis juga akan memantau situasi di kawasan itu dan menegaskan tekad untuk menegakkan hukum internasional," kata Macrom dalam sebuah pernyataan.

Macron bulan lalu menyerukan sanksi Uni Eropa terhadap Turki yang menurutnya melanggar kedaulatan Yunani dan Siprus atas perairan teritorial mereka. Hubungan antara Paris dan Ankara juga tegang karena konflik di Libya. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT