13 August 2020, 12:07 WIB

Pandemi Tak Berpengaruh,Investasi di Sumsel Capai Rp11,86 Triliun


Dwi Apriani | Nusantara

MESKI masih diliputi pandemi covid-19, investasi yang masuk ke Sumatra Selatan tidak terpengaruh. Bahkan investasi di Sumsel pada semester I 2020 ini telah mencapai Rp11,86 triliun atau sebesar 44,53 persen dari target sebesar Rp26 triliun yang ditetapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI. Sektor tersier yakni jasa, hotel, restoran, konstruksi listrik, gas dan air menjadi penyumbang terbesar investasi tersebut.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel, Megaria mengatakan investasi yang masuk berasal dari luar negeri dan dalam negeri. Untuk Penanaman Modal Asing (PMA) realisasinya mencapai Rp7,39 triliun. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) nilainya mencapai Rp4,45 triliun.

"Sektor tersier menjadi penyumbang terbesar investasi. Diikuti sektor primer seperti pertambangan, kehutanan dan ketahanan pangan. Dan ketiga sektor industri," ujar Megaria, Kamis (13/8).

Megaria menjelaskan situasi pandemi covid-19 yang berlangsung sejak Maret lalu tidak mempengaruhi lajunya arus investasi masuk. Pada triwulan pertama, realisasi investasi hanya mencapai Rp5,75 triliun. Rinciannya PMA sebesar Rp3,35 triliun dan PMDN Rp2,39 triliun. Sementara selama pandemik, investasi yang masuk justru lebih tinggi yakni mencapai Rp6,11 triliun. Dengan rincian PMA sebesar Rp4,04 triliun dan PMDN Rp2,06 triliun.

Menurut Megaria, pelaporan nilai investasi dari penanam modal di Sumsel lebih gencar dilakukan saat pandemik covid-19. 

"Sosialisasi yang kami lakukan melalui daring cukup efektif. Proses pendampingan juga lebih mudah. Sehingga, pelaporan yang dilakukan lebih gencar lagi," terangnya.

Megaria menjelaskan untuk daerah dengan tujuan PMA paling besar yakni Kabupaten Muara Enim dengan besaran investasi mencapai Rp3,5 triliun. Sektor pertambangan di kawasan tersebut menjadi magnet tersendiri bagi investor asing untuk menanamkan modalnya.

Daerah lainnya yang menjadi sasaran investor yakni Kabupaten Musi Rawas dengan nilai investasi mencapai Rp179 miliar dan Kabupaten Muba dengan nilai Rp124,02 miliar. Untuk PMDN, investasi paling banyak keluar berada di Kabupaten OKI dengan nilai mencapai Rp995,93 miliar. Adanya pembangunan pabrik gula mendongkrak investasi di wilayah itu.

"Disusul Kota Palembang sebesar Rp330 miliar dan Kabupaten Ogan Ilir Rp220,42 miliar," terangnya.

Negara Asia seperti Singapura, Malaysia dan Tiongkok menjadi negara investor terbesar di Sumsel. Ketertarikan mereka terhadap sumber daya alam yang dimiliki Sumsel seperti batubara, minyak, gas, karet dan sawit membuat banyak perusahaan asal negara tersebut beroperasi di Sumsel. Megaria menargetkan realisasi investasi di Sumsel bisa overtarget untuk menutupi realisasi tahun lalu yang hanya mencapai 91,3 persen.

"Kalau tahun lalu terealisasi Rp28 triliun dari target Rp32 triliun. Harapannya tahun ini bisa overtarget. Kami terus mendorong perusahaan untuk melaporkan kegiatan investasinya," ungkapnya.

baca juga: Dijajaki Akses Jalur Kereta Api Menopang Bandara Ngloram Blora

Selain itu, Megaria juga berharap proyek pembangunan jalan tol Indralaya-Muara Enim yang dikerjakan PT Hutama Karya bisa dilanjutkan pada Semester II tahun ini. Nilai investasi pada pembangunan tol tersebut totalnya mencapai Rp43 triliun.

"Beberapa waktu lalu kan sempat terkendala masalah lahan. Sudah ada beberapa pertemuan untuk menyelesaikan masalah itu. Mungkin di Semester II ini harapannya bisa berjalan dan menjadi tambahan bagi investasi yang masuk," pungkasnya. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT