13 August 2020, 11:47 WIB

Polda Metro Gelar Rekonstruksi Perencanaan Pembunuhan WN Taiwan


Tri Subarkah | Megapolitan

SUBDIT Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi terhadap kasus pembunuhan berencana terharap bos roti Warga Negara Taiwan, Hsu Ming Hu, 52. Rekonstruksi yang dilakukan di halaman Subdit Resmob PMJ berfokus pada empat adegan perencanaan.

"Rekonstruksi dilaksanakan dengan melakukan empat adegan di mana empat adegan ini fokus ke perencanaan para pelaku," kata Kanit 5 Subdit Resmob Ditreskrimum PMJ AKP Rulian Syauri di Mapolda Metro Jaya, Kamis (13/8).

Baca juga: Ini Alasan LPDP Tagih Veronica Koman Kembalikan Beasiswa

Sebelumnya diberitakan bahwa perencanaan pembunuhan itu diotaki oleh sekretaris pribadi Hsu sendiri berinisial SS, 37. Perencanaan itu dilakukan atas bantuan notaris Hsu berinisial FI alias FT, 30.

Rulian menjelaskan perencanaan itu dilakukan di sebuah rumah makan yang terletak di Cikarang, Bekasi. Diketahui, rumah makan yang dimaksud adalah Rumah Makan Alam Sari yang berlokasi di dekat rumah korban di Perumahan Deltamas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

Menurut Rulian, perencanaan di RM Alam Sari dilakukan sebanyak dua kali.

"Kemudian pertemuan perencanaan ketiga dilaksanakan di salah satu kantor tersangka, kemudian perencanaan pembunuhan keempat dilaksanakan di salah pool truk," papar Rulian.

Rulian menyebut dari rekonstruksi yang dilakukan, pihaknya mendapati fakta baru. Temuan tersebut terkait pertemuan SS dengan salah satu eksekutor berinisial S alias A yang masih buron.

"Ternyata dalam pertemuan kedua, tersangka Sri Sadewa (SS) ini menjanjikan kepada tersangka Supriatin yang saat ini masih DPO yaitu akan memberikan tugas lainya," jelas Rulian.

Tugas lain yang dimaksud Rulian adalah perintah SS untuk melukai orang lain. Namun, ia belum dapat mengungkap siapa subjek yang akan dilukai oleh SS cs.

"Tugas lain dalam tanda kutip untuk dapat diartikan untuk melukai orang lain. Cuma siapa sasaran selanjutnya akan kita dalami," tandasnya.

Sebelumnya, pembunuhan Hsu terjadi pada Jumat (24/7) lalu sekira pukul 17.30 WIB. Minggu (26/7), warga di sekitar Sungai Citarum, Subang, Jawa Barat menemukan jasad laki-laki dengan luka tusukan di perut dan dada. Hsu sempat dilaporkan hilang pada Senin (27/7). Setelah diteliti, jenazah tersebut merupakan Hsu.

Baca juga: Anggota DPR RI Apresiasi Pemerintah Bantu UMKM

Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, SS melakukan perencanaan pembunuhan tersebut karena merasa sakit hati oleh Hsu. Hal itu disebabkan karena Hsu tak mau bertanggung jawab atas bayi yang dikandung SS. Bahkan, Hsu meminta SS untuk menggugurkan kandungannya.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PMJ Kombes Yusri Yunus mengungkapkan rasa sakit hati SS diperparah setelah mendengar kabar bahwa Hsu ingin menikahi asisten rumah tangganya berinisial SY. (OL-6)

BERITA TERKAIT