13 August 2020, 11:32 WIB

Dijajaki Akses Jalur Kereta Api Menopang Bandara Ngloram Blora


Akhmad Safuan | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Blora dan PT Kereta Api Indonesia lakukan penjajakan akses jalur kerera api sebagai penopang pengoperasionalan Bandara Ngloram dengan menghidupkan kembali Stasiun Kapuan, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Hal ini untuk memudahkan penumpang pesawat di bandara tersebut menuju daerah lain.

Bandara Ngloram Blora yang mengalami mati suri sejak 1984, setelah selesai pembangunan tahap pertama ini menurut rencana sudah dapat kembali beroperasi pada akhir 2020. Sehingga berbagai fasilitas penunjang juga tengah dipersiapkan untuk mendukung beeoperasinya bandara yang pernah aktif tahun 1980-1984 itu.

Selain fasilitas penunjang untuk kemudahan para penumpang seperti terminal terpadu, kini juga sedang dilakukan penjajakan akses dari bandara menuju  Stasiun Kapuan, Cepu, Kabuoaten Blora untuk memberikan kemudahan bagi penumpang pesawat.

"Kami ada pemikiran untuk memberikan aksesbilitas dari Bandara Ngloram menuju Stasiun Kapuan, sehingga penumpang akan lebih mudah menuju bandara. Dan semakin mudah naik kereta setelah turun dari pesawat," kata Kepala PT KAI Daop 4 Semarang M Nurul Huda, saat kegiatan pemeriksaan kondisi jalur rel dari Stasiun Wadu, Kedungtuban menuju Stasiun Kapuan, Cepu, Blora, Kamis (13/8).

Aksesbilitas jalur kereta api dari bandara Ngloram menuju Stasiun Kapuan, Kecamatan Cepu, Blora itu, demikian Nurul Huda, merupakan sinergisitas antara PT Kereta Api Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Blora yang telah terjalin selama ini.

Wakil Bupati Blora Arief Rohman mengatakan saat ini Kementerian Perhubungan sedang laksanakan membangun Bandara Ngloram untul diaktifkan kembali setelah mati suri sejak tahun 1984. Dalam waktu dekat bandara juga kembali beroperasi memberikan layanan penerbangan dari Ngloram, Blora- Halim Perdanakusuma, Jakarta.

"Kami berharap agar Stasiun Kapuan bisa diaktifkan kembali, sehingga dapat memudahkan akses penumpang pesawat melanjutkan perjalanan baik ke Bojonegoro maupun ke Grobogan," kata Arif  Rohman usai ikuti kegiatan pemeriksaan kondisi jalur rel.

baca juga: Bandara Segun Berfungsi Strategis Untuk Perekonomian Papua Barat

Pemerintah Kabupaten Blora akan menjajaki kerja sama moda transportasi untuk menopang keberadan Bandara Ngloram, sehingga nantinya para penumpang bisa mudah mendapatkan akses jika ingin menuju atau dari bandara. 

"Salah satunta adalah meningkatkan sinergisitas dengan PT KAI," imbuhnya.

Sejak Maret 2020 lalu, ungkap Arief Rohman, Kereta Api Blora Jaya juga mulai berhenti kembali di Stasiun Wadu, bahkan sebelumnya pada Desember 2019 lalu juga diluncurkan Kereta Sancaka Utara relasi Surabaya-Yogyakarta yang juga berhenti dan berangkat dari Stasiun Cepu dan Stasiun Randublatung, Blora. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT