13 August 2020, 11:05 WIB

Demokrasi Taiwan Dipandang Kunci Keberhasilan Memerangi Covid-19


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Menteri Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat (AS), Alex Azar menyatakan kunjungannya ke Taiwan adalah pengakuan atas keberhasilan negara itu dalam memerangi covid-19.

"Dan bukti keyakinan bersama bahwa masyarakat terbuka dan demokratis paling siap untuk memerangi ancaman penyakit menular seperti covid-19," ujar Azar dalam teleconference dengan wartawan terkait lawatannya, Rabu (12/8).

Menurutnya, hal yang sama juga berlaku di banyak sekutu AS yang lain di sekitar kawasan, termasuk Jepang dan Korea Selatan.

Ia mengatakan jika virus baru seperti covid-19 muncul di AS, Taiwan, atau masyarakat terbuka lainnya, akan sangat berbeda responsnya. Itu akan dilaporkan ke otoritas kesehatan masyarakat yang akan membagikan informasi itu kepada publik dan dengan profesional medis.

Yang lebih penting, lanjutnya, laporan akan dilaporkan secara tepat waktu, akurat, dan transparan di bawah Peraturan Kesehatan Internasional. Taiwan telah menjadi model kepatuhan dalam berbagi informasi.

"Setiap orang di Taiwan dapat bangga atas keberhasilan mereka melawan virus covid-19 ini. Sungguh, model Taiwan dalam merespons covid-19 telah menjadi model bagi dunia," tegas Azar.

Baca juga: Ada 14 Kasus Baru, Selandia Baru Mungkin Perpanjang Lockdown

Dalam pertemuan dengan Presiden Tsai Ing-wen dan Menteri Luar Negeri Joseph Wu, Azar menekankan keyakinan AS bahwa Taiwan harus dapat berbagi pelajaran, keberhasilan, dan keahliannya di panggung dunia, termasuk di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Azar mengunjungi pabrik mesin masker Chang Hong, yang telah membantu memproduksi persediaan untuk memerangi covid-19.

Lawatannya menggarisbawahi nilai yang diberikan AS pada hubungan kedua negara yang dinamis dan keberhasilan pendekatan pasar bebas Taiwan terhadap ekonomi. Taiwan kini menempati peringkat sebagai satu dari 10 mitra dagang teratas AS.

"Itu hanyalah satu contoh lagi mengapa kami mendorong Taiwan untuk diizinkan berpartisipasi dalam arena global dan regional untuk kerja sama. Taiwan memiliki banyak hal untuk dibagikan kepada dunia, dan dari perjalanan saya semakin yakin akan fakta itu. Taiwan adalah kisah sukses demokrasi, mitra yang dapat diandalkan, dan kekuatan untuk kebaikan di dunia," jelas Azar.

Ia mendukung Taiwan sebagai model dalam perawatan kesehatan yang transparan, terbuka, berkolaborasi, dan bekerja sama. Hal itu, imbuh Azar, bertentangan dengan perilaku penguasa Partai Komunis Tiongkok selama ini.

"Bahwa Tiongkok harusnya bisa mengungkapkan lebih banyak informasi, lebih transparan, dan lebih kooperatif tentang covid-19. Mereka seharusnya mengungkap penularan cepat dari manusia ke manusia dari penyakit yang mereka ketahui. Mereka seharusnya mengungkapkan pembawa dan penularan penyakit tanpa gejala," kritiknya.

Selama satu setengah bulan, kata Azar, Beijing menunda mengizinkan ahli dari luar untuk mempelajari lebih lanjut tentang covid-19.

"Contoh Taiwan dapat digunakan dalam forum kesehatan masyarakat internasional seperti WHO, di mana selama 40 tahun, Partai Komunis Tiongkok telah menindas dan memblokade Taiwan agar tidak memiliki status pengamat di WHO," tandasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT