13 August 2020, 04:28 WIB

Gugus Tugas Pantau Pilkada 2020 di Media Massa


Rif/P-1 | Politik dan Hukum

BAWASLU bersama dengan KPU, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan Dewan Pers membentuk Gugus Tugas Pemantauan Pemberitaan, Penyiaran, dan Iklan Kampanye Pilkada 2020 melalui lembaga penyiaran, perusahaan pers cetak, dan siber.

Ketua Bawaslu Abhan menyampaikan kerja sama dengan para pemangku kepentingan pengawasan media massa dan lembaga penyiaran dibutuhkan pada proses Pilkada 2020.

Ia menilai dengan adanya kenormalan baru akibat pandemi covid-19 akan mendorong terjadinya peningkatan aktivitas politik melalui media cetak, elektronik, dan penyiaran.

“Peran serta dan partisipasi media dalam pengawasan dan pemantauan pemberitaan, penyiaran, dan iklan kampanye sangat membantu kerja-kerja pengawasan dan penegakan hukum pemilihan,” kata Abhan dalam sambutanya pada kegiatan penandatanganan keputusan bersama antara Bawaslu, KPU, KPI, dan Dewan Pers, yang disiarkan secara daring, Jakarta, kemarin.

Ketua KPU Arief Budiman menambahkan kerja sama ini merupakan kesadaran KPU bersama dengan Bawaslu akan hadirnya ruang kampanye baru dalam proses Pilkada 2020 yang diselenggarakan di tengah pandemi.

“Saya selalu katakan Pemilu 2019 punya banyak tantangan dan paling banyak tantangan. Salah satunya karena dipicu meningkatnya penggunaan media sosial.

Banyak berita bohong tersebar di sana, kemudian menyebar juga fi tnah dan black campaign,” jelas Arief.

Anggota Dewan Pers Agung Darmajaya mmenyambut baik kerja sama tersebut. Sebab, kerja sama ini penting dilakukan untuk menciptakan penyelenggaraan pilkada yang damai dan sejuk di tengah pandemi covid-19.

“Ini menjadi kesempatan penting, khususnya dunia pers. Ini bukan hanya persoalan bagaimana mengedukasi pemilih, melainkan sekali lagi konflik yang mungkin akan terjadi dalam proses Pilkada 2020 pun harus kita kelola. Terutama terkait dengan pemberitaan,” sebut Agung. (Rif/P-1)

BERITA TERKAIT