13 August 2020, 03:17 WIB

Cawapres Perempuan Kulit Hitam Pertama


BBC/Hym/Van/X-10 | Internasional

SENATOR Kamala Harris, 55, menjadi perempuan kulit hitam pertama yang maju dalam Pilpres AS setelah ditunjuk capres dari Partai Demokrat Joe Biden sebagai wakilnya. Pasangan ini akan menghadapai capres petahana Donald Trump pada Pilpres AS pada 3 November mendatang.

Harris menjadi perempuan ketiga dalam sejarah AS yang dipilih mendampingi calon presiden. Sebelumnya ada politikus Partai Demokrat Geraldine Ferraro pada 1984 dan Sarah Palin dari Partai Republik pada 2008 lalu. Namun, keduanya gagal melenggang ke Gedung Putih.

“Saya memiliki kehormatan besar untuk mengumumkan bahwa saya telah memilih Kamala Harris sebagai cawapres. Harris ialah pejuang yang tak kenal takut bertarung untuk kepentingan rakyat kecil dan salah satu pelayan rakyat terbaik,” tulis Biden dalam akun Twitter, kemarin.

Harris merupakan Senator California keturunan India-Jamaika, yang sebelumnya pernah menjadi saingan Biden untuk posisi teratas.

Mantan jaksa agung California ini juga telah lama dianggap sebagai kontestan terdepan untuk slot nomor dua ini.

Biden menekankan bagaimana Harris bekerja erat dengan almarhum putranya, Beau Biden, ketika dia menjadi jaksa agung California. “Saya menyaksikan mereka mengambil alih bank-bank besar, mengangkat orang-orang pekerja, dan melindungi perempuan dan anak-anak dari pelecehan.”

Sementara itu, Trump mengaku terkejut dengan keputusan rivalnya itu.

Trump menilai selama ini sikap Harris kepada Biden juga tidak sopan. Ia mengingatkan saat Harris menyerang Biden dalam konvensi Demokrat tahun lalu.

‘’Salah satu alasan yang mengejutkan saya, dia mungkin lebih jahat daripada Pocahontas kepada Joe Biden,” ujar Trump.

Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana menilai penunjukan Harris sebagai pasangan Biden merupakan keputusan yang tepat karena sebagai kandidat cawapres perempuan kulit berwarna pertama di negara itu, tentu saja banyak simpati dan dukungan yang lebih luas.

“Harris berdarah Afro-Amerika dan India. Jadi (punya) basis kuat untuk dipilih,” ujarnya ketika dihubungi tadi malam.(BBC/Hym/Van/X-10)

BERITA TERKAIT