13 August 2020, 04:20 WIB

Ada Dendam di Balik Pembunuhan WN Taiwan


(Tri/J-1) | Megapolitan

DIREKTORAT Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap pembunuhan pengusaha roti warga negara Taiwan, Hsu Ming Hu, 52. Menurut Kapolda Metro Jaya
Irjen Nana Sudjana, polisi telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka. Namun, sampai saat ini baru empat orang yang telah ditangkap.

Salah satu yang telah ditangkap ialah pelaku utama yang berperan merencanakan pembunuhan tersebut. Nana menyebut tersangka itu merupakan seorang perempuan
berinisial SS, 37, yang merupakan sekretaris pribadi Hsu. Sementara itu, pelaku lain ialah FI alias FT, AF, dan SY.

Menurut Nana, pembunuhan tersebut didasari rasa sakit hati SS yang pernah dihamili korban. Korban juga meminta SS untuk menggugurkan kandungannya. Rasa sakit
SS diperparah dengan kabar bahwa Hsu ingin menikahi asisten rumah tangganya, SY.

“Antara korban dan tersangka ini (SS), ada terjalin hubungan. Hal ini karena korban awalnya sering melakukan pelecehan seksual dan mengirimkan video ke pelaku ini sehingga
akhirnya mereka ada kecocokan, melakukan hubungan intim, sampai akhirnya si pelaku hamil,” jelas Nana.

SS lantas bercerita kepada FI yang merupakan seorang notaris yang jasanya digunakan Hsu untuk pengurusan aset. Kepada FI, SS memiliki niatan untuk membunuh Hsu.
FI kemudian mencari para eksekutor untuk menghabisi nyawa Hsu.

Di antara para eksekutor itu, ada AF yang merupakan suami FI. AF berperan memegang korban saat penusukan.

Tersangka SY berperan meminjamkan mobil dan memantau situasi rumah korban, sedangkan penusukan terhadap Hsu dilakukan S alias A yang masih buron.

Hsu dibunuh di rumahnya di Cluster Carribean, Kota Deltamas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/7) pukul 17.30 WIB.

Mayatnya ditemukan di Sungai Citarun, Subang, Minggu (26/7). Saat ditemukan, polisi menemukan lima tusukan di dada ataupun perut korban.

Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Tubagus Ade Hidayat menyebut faktor lain yang mendorong pembunuhan tersebut ialah karena pelaku ingin menguasai aset
milik korban. Tersangka FI mengetahui dengan jelas aset-aset milik korban. Beberapa aset milik korban diatas namakan kepada asisten rumah tangganya, SY, dan
tersangka SS. Hal itu dilakukan karena Hsu merupakan warga negara asing. (Tri/J-1)

BERITA TERKAIT