13 August 2020, 01:32 WIB

Sertifikasi Halal Vaksin Covid-19 Segera Diajukan


Bayu Anggoro | Humaniora

BAHAN baku vaksin virus korona asal Tiongkok yang saat ini sedang diuji klinis menggunakan bahan baku halal. Bio Farma selaku calon produsen akan secepatnya melakukan sertifikasi halal kepada MUI.

Corporate Secretary Bio Farma Bambang Heriyanto, mengatakan, vaksin ini menggunakan bahan baku halal. Tapi untuk spesifikasinya, itu merupakan kewenangan MUI.

"Mereka yang akan tentukan. Tentu kami akan lakukan sertifikasi," katanya di Bandung, Rabu (12/8).

Terkait proses, kata dia, akan tergantung sistemnya karena perlu dilihat proses dan lainnya. Bahkan tim Indonesia baik MUI atau POM, mesti ke Sinovac untuk mengaudit.

Dalam kondisi normal, proses sertifikasi halal bisa enam hingga 1 tahun. Namun karena pandemi, dia berharap bisa 1 bulan.

Kepala Divisi Surveillance dan Uji Klinis Bio Farma, Novilia S Bachtiar mengatakan terkait sertifikasi halal, sejak kerjasama dengan Sinovac pihaknya sudah koordinasi dengan MUI. Bahkan beberapa kali melakukan koordinasi.

"Untuk sertifikasi halal sekarang memang belum, karena belum bisa dikeluarkan ketika vaksin sedang dilakukan uji klinis. Nanti sertifikasi halal MUI akan silahkan saat proses registrasi," beber dia.

Kendati begitu, pihaknya sudah komunikasi dengan sinovac sejak awal. Bio Farma sempat mengajukan pertanyaan, apakah mereka produksi pakai bahan haram.

"Mereka katakan tidak. Mereka ada statemen letter-nya, tidak ada bahan yang bersumber dari haram. Tapi tetap, nanti kami akan minta sertifikasi MUI," katanya. (R-1)

 

BERITA TERKAIT