13 August 2020, 05:40 WIB

Persiapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas


LN/LD/AD/GL/HI/WD/N-1 | Nusantara

DINAS Pendidikan Sulsel akan memulai belajar tatap muka dengan skenario per tiga jam. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang telah mengeluarkan surat perpanjangan belajar dari rumah sejak 10-22 Agustus 2020 berpandangan daerah yang akan membuka sekolah dengan pembelajaran tatap muka menjadi kewenang­an kepala daerah masing-masing.

“Yang penting bagi kita, Pak Bupati atau Wali Kota membuat kajian mendalam sebelum buka sekolah,” kata Nurdin.

Namun, Ketua Tim Konsultan Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel Prof Ridwan Amiruddin mengingatkan, dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, baru 2 yang masuk zona hijau, yaitu Kabupaten Barru dan Wajo.

“Artinya, masih ada 22 kabupaten/kota lainnya masuk zona kuning hingga merah. Yang merah atau berisiko tinggi, masih ada enam, yaitu Luwu Timur, Sidrap, Makassar, Gowa, Takalar, dan Jeneponto,” paparnya, kemarin.

Sejumlah daerah lain juga tengah mengaji untuk mulai menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Daerah itu, antara lain, Pemkab Banyumas, Jateng, Pemkab Sikka, Nusa tenggara Timur, dan Kota Tasikmalaya, Jabar.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Maluku Utara Alwia tidak setuju dengan rencana pemda mengaktifkan sekolah tatap muka. Pasalnya, sejak Maret-Agustus terdapat 96 anak usia 6-17 tahun terpapar covid-19 di Malut.

Ia menganjurkan tetap sekolah dari rumah secara daring walaupun banyak orang tua mengeluhkan biaya pulsa atau anak tidak fokus belajar.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin memilih memfasilitasi internet gratis di sejumlah area publik. Pemasangan wifi untuk memudahkan siswa dan masyarakat mengakses internet sesuai dengan kebutuhan. (LN/LD/AD/GL/HI/WD/N-1)

BERITA TERKAIT