13 August 2020, 00:14 WIB

AS Puji Penanganan Korona di Taiwan


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

MENTERI Kesehatan Amerika Serikat Alex Azar memuji demokrasi Taiwan dan keberhasilannya memerangi virus korona baru (covid-19) di negara itu.

Dia sebelumnya mengkritik penanganan pandemi covid-19 Beijing, yang muncul di China tengah, dan model pemerintahan otoriternya.

Sebagai negara yang paling rentan karena wilayahnya paling dekat dengan Tiongkok, Taiwan dipuji masyarakat internasional sebagai model keberhasilan penanganan wabah.

Taiwan, yang memiliki kurang dari 500 kasus covid-19 yang dikonfirmasi termasuk hanya tujuh kematian, telah mampu menahan virus karena demokrasi dan transparansi, kata Menteri Luar Negeri Joseph Wu.

"Berbeda dengan model otoriter di mana otoritas yang dilumpuhkan untuk mengungkapkan fakta, dalam Taiwan Model yang transparan, kami tidak bisa berbohong atau menyembunyikan (sesuatu)," ujarnya.

Tiongkok juga berhasil mengendalikan sebagian besar wabahnya, dengan penguncian menyeluruh dan pembatasan perjalanan.

Sebaliknya, Amerika Serikat memiliki jumlah kematian tertinggi dengan lebih dari 160.000 kematian.

Azar berada di Taipei untuk kunjungan tiga hari yang dianggap sebagai kunjungan tingkat tertinggi dari Amerika Serikat sejak mengalihkan pengakuan diplomatik dari pulau itu ke Tiongkok pada 1979.

Beijing telah meningkatkan tekanan diplomatik, militer, dan ekonomi terhadap Taiwan sejak terpilihnya Presiden Tsai Ing-wen 2016, yang memenangi masa jabatan kedua awal tahun ini dengan telak.

Azar menolak sikap Beijing yang memandang Taiwan adalah bagian dari 'satu China' dan malah memandang pulau itu sebagai 'sudah merdeka'.

Tiongkok telah menyarankan Taiwan dapat diberikan versi model 'satu negara, dua sistem' yang diaplikasikan pada Hong Kong, yang seharusnya menjamin kebebasan dan otonomi tertentu dari daratan yang otoriter. (AFP/OL-8).

BERITA TERKAIT