13 August 2020, 03:15 WIB

Kasus Baru Covid-19 Muncul Selandia Baru Tunda Pemilu


MI | Internasional

PERDANA Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern kemarin mengatakan akan menunda pemilihan umum bulan depan.

Itu disebabkan adanya kasus baru covid-19 yang memaksa negara itu menerapkan kembali lockdown setelah kurang lebih tiga bulan terbebas dari virus mematikan tersebut. Ardern menyampaikan bahwa dia menangguhkan pembubaran parlemen agar tidak terjadi kekosongan pemerintahan.

Menurut rencana, pemilihan akan digeser dari 19 September menjadi 21 November. “Masih terlalu dini untuk membuat keputusan, tetapi ada sedikit fl eksibilitas untuk memindahkan tanggal pemilihan jika diperlukan,” kata Ardern pada konferensi pers seperti dilansir CNA.

Sebelumnya, pada Selasa (11/8) Selandia Baru mengumumkan klaster baru setelah selama 102 hari tidak ada kasus covid-19. Ardern pun segera memerintahkan lockdown mulai kemarin siang hingga Jumat mendatang.

Pejabat kesehatan Selandia Baru dengan segera melacak sumber dari empat kasus baru covid-19, semuanya dalam satu keluarga di Auckland, kota terbesar di negara itu. Auckland beralih ke pembatasan level 3 pada pukul 12 siang waktu setempat kemarin, mengharuskan orang untuk tinggal di rumah kecuali untuk perjalanan penting. Wilayah lain negara itu ditempatkan kembali ke batasan level dua yang sedikit lebih longgar.


Isolasi ketat

Direktur Jenderal Kesehatan Ashley Bloomfield mengatakan keluarga yang terinfeksi diisolasi ketat di rumah. Seorang wanita sebelumnya telah melakukan perjalanan ke tempattempat wisata di Rotorua saat dia menunjukkan gejala.

Pejabat kesehatan segera melacak aktivitasnya dan bersiap untuk menguji puluhan ribu orang dalam beberapa hari mendatang, kata Bloomfield. Pemerintah juga akan membantu fasilitas perawatan manula dan lainnya.

Di sisi lain, Brasil pada Selasa mencatat 52.160 kasus covid-19 baru dan 1.274 tambahan kematian akibat penyakit itu. Demikian dikatakan Kementerian Kesehatan. Sejauh ini, Brasil memiliki 3.109.630 kasus covid-19 yang dikonfirmasikan secara nasional, dengan total kematian mencapai 103.026.

Menurut kementerian, negara bagian yang paling terpukul ialah Sao Paulo, daerah padat industri dan banyak penduduk di negara itu, dengan 25.571 kematian dan 639.562 kasus infeksi.

Brasil ialah salah satu negara yang paling parah terkena pandemi, nomor dua setelah A merika Serikat, baik dalam hal beban kasus maupun jumlah kematian. (CNA/Xinhua/ Van/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT