13 August 2020, 00:55 WIB

Kemenpora Pahami Pencoretan Riau Ega Agatha 


MI | Olahraga

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memperbolehkan induk cabang olahraga mengganti atlet yang dipersiapkan untuk Olimpiade Tokyo tahun depan.

Pemilihan atlet menjadi kewenangan setiap induk cabang olahraga. Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto menyatakan hal itu menanggapi keputusan Pengurus Besar Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (PB Perpani) mencoret pemanah putra Riau Ega Agatha dari pelatnas.

“Ya, kami sudah dilapori sebelum keputusan itu keluar. Kami juga sudah meminta mereka untuk duduk bareng. Tapi keputusan final seperti itu haknya mereka,” kata Gatot di Jakarta, kemarin.

Kondisi seperti itu, kata dia, merupakan suatu hal yang wajar. Sama halnya dengan sepak bola yang menerapkan sistem promosi-degradasi, tidak hanya demi menjaga keseimbangan persaingan di dalam tim, tetapi juga bisa sebagai alat untuk mendisiplinkan atlet.

Kemenpora mempersilakan pengurus untuk mencari atlet pengganti meski nama-nama atlet yang telah disetujui untuk mendapatkan fasilitas pelatnas sudah tercantum di dalam nota kesepahaman (MoU) antara induk organisasi dan Kemenpora.

“(Atlet) pengganti itu haknya cabor. Pergantian atlet (namanya siapa) nanti bisa dilaporkan pada saat laporan LPj-nya,” jelasnya.

PB Perpani mencoret Riau Ega Agatha dari pelatnas Olimpiade Tokyo karena dianggap telah melanggar aturan federasi. Ketua Bidang Hukum PB Perpani Ikhsan Ingratubun mengungkapkan Riau Ega berkeinginan mendatangkan pelatih sendiri dari Jawa Timur. Padahal PB Perpani sudah menyeleksi tiga pelatih yang akan menangani tim pelatnas Olimpiade.

Riau Ega Agatha merupakan atlet panahan andalan Indonesia nomor recurve putra, beregu dan perseorangan. Ia juga menjadi salah satu atlet yang menyumbangkan satu dari dua tiket ke Olimpiade Tokyo untuk panahan setelah tampil di Kejuaraan Dunia 2019 di Belanda. Satu tiket lagi diraih pemanah putri Diananda Choirunisa, juga dari nomor recurve perseorangan. (Ant/Mal/R-2)

 

BERITA TERKAIT