12 August 2020, 22:29 WIB

Kemendikbud Bangun Kolaborasi Perguruan Tinggi dengan Industri


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

DIREKTORAT Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menandatangani nota kesepahaman dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk membangun kolaborasi ekosistem reka cipta di Tanah Air dan mendorong peran serta dunia industri dalam pengembangan reka cipta di perguruan tinggi.

Sekretaris Ditjen Dikti Kemendikbud Paristiyanti Nurwardani mengatakan, kolaborasi antara industri dengan perguruan tinggi merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan riset dan inovasi di perguruan tinggi.

“Ruang kolaborasi bersama investor dengan perguruan tinggi sangat diperlukan dalam rangka pengembangan reka cipta dan mendorong transformasi penelitian yang dapat bersinergi dengan industri,” kata Paris dalam pernyataan tertulis, Rabu (12/8).

Paris menambahkan, kerja sama ini dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk program dan kegiatan yang terkait dengan tugas dan fungsi Ditjen Dikti. Berbagai kerja sama dapat dilakukan dengan fokus kepada peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program di peran perguruan tinggi.

Selain itu, Ditjen Dikti juga akan mengembangkan program competitive fund, matching fund dengan pendekatan market driven yang mendekatkan dunia industri dengan inovator di perguruan tinggi. Tujuannya agar potensi pengembangan reka cipta dapat berjalan secara berkesinambungan dan memberikan dampak yang luas untuk masyarakat.

Saat ini Indonesia memiliki potensi akademisi sebanyak lebih dari 280 ribu dosen serta kurang lebih 8 juta mahasiswa yang tersebar di seluruh daerah.

Baca juga : Rektor UT : Banyak Salah Kaprah soal PJJ

"Diharapkan HIPMI dapat berperan melahirkan lebih banyak lagi enterpreneur (wirausaha) dan dapat bersama-sama menggandeng para investor di dunia industri untuk bekerja sama membantu dan mengembangkan reka cipta di perguruan tinggi,” tuturnya.

Plt. Kepala Subbagian Tata Usaha Setditjen Dikti Didi Rustam mengatakan bahwa Ditjen Dikti telah menggandeng berbagai perguruan tinggi, industri, media dan asosiasi/komunitas hingga diaspora untuk terlibat dalam program akselerasi reka cipta ini.

"Hal ini penting untuk bersama-sama membangun kolaborasi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen BPP HIPMI Pusat Bagas Adhadirgha menjelaskan, kerja sama antara HIPMI dan Ditjen Dikti sangat strategis. Dia optimisis jika sinergi dapat terwujud, maka akan membawa pengaruh positif terhadap peningkatan perekonomian nasional.

“HIPMI memiliki 25 ribu pengusaha muda Indonesia yang siap berkomitmen untuk mendukung pengembangan industri di berbagai sektor yang melibatkan perguruan tinggi dan pemangku kepentingan lainnya,” tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT