12 August 2020, 13:50 WIB

Belanja Daerah di Bawah Rata-Rata Nasional


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

MENTERI Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta 548 kepala daerah untuk bisa segera merealisasikan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna mendongkrak perekonomian daerah terdampak pandemi covid-19. Menurutnya belanja pemerintah daerah masih di bawah rata-rata nasional.

Menurut Mendagri, data serapan anggaran daerah sampai 9 Agustus 2020 berada di angka 37,90%.

"Realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi rata-rata berada pada angka 37,90%. Sedangkan untuk rata-rata nasional, yakni 47,36%," ujar Mendagri dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Rabu (12/8).

Dari data itu, terang Tito, ada lima provinsi yang berada di atas rata-rata nasional, yaitu DKI Jakarta 54,06%, Kalimantan Selatan 52,49%, Sumatra Barat 51,88%, Sulawesi Selatan 50,25%, dan Gorontalo 48,81%. Sedangkan 10 Provinsi yang realisasi belanja APBD mereka di bawah rata-rata nasional, tetapi di atas rata-rata provinsi, di antaranya Bali sebesar 47,03%, Banten 43,76 %, dan Daerah Istimewa Yogyakarta 38,39 %.

Kemudian, ia mengatakan ada 19 provinsi yang realisasi belanja APBD mereka di bawah rata-rata provinsi. "Bahkan 2 provinsi realisasi belanjanya berada di bawah angka 25%, yakni Sulawesi Tenggara 24,56% dan Papua 21,57%," tukas Tito. (P-5)

BERITA TERKAIT