12 August 2020, 13:00 WIB

Wapres: ASI Efektif Cegah Stunting


Emir Chairullah | Humaniora

PEMBERIAN air susu ibu (ASI) kepada bayi dan anak berusia di bawah 2 tahun terbukti efektif dalam pencegahan stunting. Wakil Presiden Ma’ruf Amin meyakini pemberian ASI menjadi salah satu prioritas yang harus dilakukan demi pencegahan stunting kepada anak.

"Pemberian ASI menjadi salah satu intervensi prioritas yang terbukti efektif dalam pencegahan stunting. Oleh karena itu, pemberian ASI kepada anak harus terus didorong agar prevalensi stunting dapat segera diturunkan," ujarnya dalam acara webinar bertajuk Invest-ASI Indonesia untuk bumi yang lebih sehat, Rabu (12/8).

Baca juga: Dukung Ibu Menyusui untuk Bumi yang Lebih Sehat

Pemerintah, ungkap Ma’ruf, saat ini sedang berupaya menurunkan prevalensi stunting dari saat ini 27% hingga 14% pada 2024. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa bayi yang memperoleh ASI eksklusif di Indonesia masih di bawah 50%. Hal ini memperlihatkan bahwa lebih dari setengah anak-anak Indonesia tidak mendapatkan ASI eksklusif. 

“Ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah bagi kita bersama untuk terus mendorong dan mendukung agar ibu-ibu dapat memberikan ASI saja selama 6 bulan pertama dan dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun," jelasnya.

Stunting, lanjut Wapres, menjadi ancaman serius bagi anak-anak Indonesia karena tidak hanya berdampak pada tinggi tubuh, tapi juga aspek kognitif. Tingginya prevalensi stunting di Indonesia ini bahkan memosisikan Indonesia ke dalam lima besar negara dengan prevalensi stunting tertinggi di Asia. 

“Maka dari itu, tidak bisa tidak persoalan ini harus menjadi perhatian bersama untuk segera dituntaskan,” tambahnya.

Wapres menyebut semahal apapun susu formula tidak akan bisa menandingi kebaikan gizi yang terkandung dalam ASI. Tidak hanya itu, ASI dapat memperkuat hubungan emosional antara ibu dan bayi. Oleh karena itu, Wapres berharap agar para ibu termasuk pekerja perempuan tidak memberikan makanan lain kepada bayinya selama enam bulan pertama. 

Baca juga: Indonesia Targetkan 10 Ribu Sekolah Ikut Program AI for Youth

“Generasi muda hari ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Kalau kita semua sepakat Indonesia harus maju dan unggul, maka kita harus memberikan yang terbaik bagi generasi yang akan memegang estafet kepemimpinan Indonesia ke depan,” tuturnya.

Presiden Joko Widodo telah memerintahkan untuk melakukan percepatan berbagai program penurunan stunting. Presiden meminta penanganan stunting difokuskan pada 10 provinsi yang memiliki prevalensi stunting tertinggi, di antaranya NTT (Nusa Tenggara Timur), Sulbar (Sulawesi Barat), NTB (Nusa Tenggara Barat), Gorontalo, Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah. (OL-6)

BERITA TERKAIT