12 August 2020, 12:40 WIB

20 Orang di Tasikmalaya Meninggal Dunia karena DBD


Kristiadi | Nusantara

KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya terus bertambah sejak Januari hingga Agustus 2020. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Rabu (12/8) telah tercatat 1.043 kasus di antaranya masih menjalani perawatan tetapi pemerintah belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB).

Baca juga: Paulus-Gregorius Membangun Ngada dari Desa

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, mengatakan pihaknya masih terus memantau perkembangan kasus DBD di 10 Kecamatan yang tersebar di 69 Kelurahan dan masih belum menentukan status KLB. Lebih lanjut kata dia, ada hal yang harus dipertimbangkan dalam penetapan status KLB DBD bukan semata-mata dari banyaknya jumlah kasus.

"Pemerintah Kota selama ini memang belum menetapkan kasus KLB karena selama ini ada perhitungan, dan bukan hanya banyak kasus. Dinas Kesehatan sudah melakukan intervensi dengan maksimal untuk pengendalian kasus mulai penyuluhan ditingkatkan dan pengasapan digencarkan," katanya, Rabu (12/8).

Uus mengatakan, serangan nyamuk DBD yang terjadi harusnya masyarakat juga semakin banyak yang sadar menjaga lingkungan. Sebab, untuk mengatasi kasus tersebut tak bisa hanya mengandalkan pengasapan, tetapi yang terpenting adalah gerakan menguras, menutup, dan mengubur (3M).

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, serangan DBD sudah mencapai 1.043 kasus, di antaranya 20 orang meninggal dunia. Namun, untuk para korban yang telah meninggal paling banyak berusia anak-anak dengan jumlah 14 orang dan 28 orang masih mendapatkan perawatan di ruang PICU dan kamar lainnya.

Menurutnya, DBD yang terjadi di Kota Tasikmalaya tentu menjadi perhatian bersama agar tidak ada lagi korban meninggal atau dirawat. Masyarakat, kata dia, juga harus sadar utamanya membersihkan lingkungan rumah supaya bisa bersih dan tak ada lagi jentik nyamuk tumbuh menjadi dewasa.

"Masyarakat harus selalu melakukan langkah dengan pemberantasan sarang nyamuk agar tidak tumbuh menjadi dewasa, dan itu sudah menjadi faktor utama supaya kebersihan yang ada di lingkungan bisa teratasi dari penyakit," paparnya. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT