12 August 2020, 09:56 WIB

Terserap 70%, Anggaran Covid di Cianjur Cukup hingga Akhir Tahun


Benny Bastiandy | Nusantara

PERSEDIAAN anggaran penanganan covid-19 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ditaksir masih mencukupi hingga akhir tahun nanti. Sampai sekarang, tingkat penyerapan anggaran penanganan covid yang dialokasikan sekitar Rp100 miliar itu sudah mencapai sekitar 70%.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Cecep Alamsyah, menuturkan penggunaan anggaran covid-19 betul-betul harus selektif. Artinya, setiap usulan yang diajukan sesuai perencanaan, harus diperhitungkan matang sehingga penggunaannya efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

"Kita masih punya anggaran yang belum dipakai untuk covid-19. Mudah-mudahan cukup sampai akhir tahun. Yang sudah terpakai kira-kira 70%," terang Cecep kepada mediaindonesia.com, Rabu (12/8).

Pun untuk tahun depan, kata Cecep, APBD Kabupaten Cianjur akan mengalokasikan kembali anggaran penanganan covid-19. Alasannya, pandemi covid-19 belum ada kepastian kapan berakhir.

"Covid itu kan belum bisa kita prediksi kapan itu berakhir. (Anggaran) tetap akan kita alokasikan (untuk tahun depan)," tutur Cecep.

Untuk besarannya, Cecep belum bisa menyebutkannya. Alasan Cecep, pengalokasian besaran anggarannya akan disesuaikan dengan regulasi pemerintah pusat menyangkut pandemi covid-19.

"Nah, untuk besarannya belum. Jadi kita akan alokasikan sesuai regulasi dari pusat. Di pusat kan masih dalam status tanggap darurat, jadi kita alokasikan di biaya tidak tetap. Nanti perkembangannya seperti apa, kita sesuaikan dengan pusat dan provinsi," pungkasnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Cianjur, Dedi R Sudrajat, mengatakan anggaran penanganan covid-19 akan terus dialokasikan selama terjadinya pandemi. Pemkab Cianjur selalu berkoordinasi dan menunggu instruksi dari kebijakan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.

"Kalau sampai kapannya, mungkin tidak terbatas. Kalau ini terus terjadi, kita pasti menunggu kebijakan pusat juga apakah pandemi ini pulih atau belum," terangnya.

baca juga: DPRD Bali Minta Gubernur Transparan Dana Stimulus Untuk UKM

Dedi menyebut alokasi anggaran paling besar berada pada sektor kesehatan. Selanjutnya untuk jaring pengaman sosial bagi warga terdampak covid-19. Bahkan, kata Dedi, perencanaan anggaran penanganan covid-19 juga mulai diproyeksikan untuk tahun depan. Sebab, jika tak dilakukan proyeksinya, khawatir bakal keteteran seandainya pandemi covid-19 masih terus berlanjut.

"Pada prinsipnya, kita berupaya maksimal mengantisipasi dari sisi anggaran. Tapi kita tergantung kebijakan dari pusat dan provinsi karena tak bisa dipisahkan," tandasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT