12 August 2020, 05:20 WIB

Industri Mamin Tumbuh 3%


(Iam/Des/E-2) | Ekonomi

KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) mencatat pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin) sebesar 3% di kuartal II 2020.

Industri itu tetap tumbuh positif di saat sektor lain banyak yang terpuruk akibat tekanan ekonomi di masa pandemi covid-19.

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim memprediksi pertumbuhan positif itu akan berlanjut di kuartal II 2020. ‘Namun, itu tergantung pada dua hal penting.

Pertama, kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan dan yang kedua adalah perkembangan dari pandemi covid-19 yang diharapkan dapat segera menurun
dan hilang dari Indonesia.

Apabila kedua hal ini tercapai, kami memproyeksikan industri mamin dapat tumbuh sekitar 3% pada akhir 2020,’ kata Rochim melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan II 2020, industri mamin tumbuh sebesar 0,22% secara tahunan (yoy).

“Pertumbuhan positif sektor industri mamin ini merupakan momentum yang harus terus dijaga dan juga ditingkatkan sehingga dapat konsisten memberi kontribusi signifikan
bagi perekonomian nasional,” ujar Rochim.

Komoditas unggulan yang memacu kinerja industri mamin tersebut, antara lain produk olahan ikan, mi, dan kopi. Di kesempatan berbeda, Bank Indonesia (BI) merilis
Survei Penjualan Eceran yang dikatakan telah mengalami kurva yang membaik pada Juni 2020, meski masih dalam fase kontraksi.

Hal tersebut terlihat dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni 2020 yang terkontraksi 17,1% (yoy) dalam posisi membaik jika dibandingkan dengan kontraksi 20,6% (yoy) pada
Mei 2020.

“Perbaikan penjualan terjadi pada hampir seluruh kelompok komoditas yang disurvei, terutama kelompok bahan bakar kendaraan bermotor, makanan, minuman dan tembakau,
serta peralatan informasi dan komunikasi, sejalan dengan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB),” ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Onny
Widjanarko dalam keterangan resminya, kemarin.

Lebih lanjut, pada Juli 2020, kinerja penjualan eceran terindikasi terus membaik, meski juga masih kontraksi. Hal itu tecermin dari prakiraan pertumbuhan IPR Juli 2020 sebesar
-12,3% (yoy), membaik dari -17,1% (yoy) pada bulan sebelumnya. (Iam/Des/E-2)

BERITA TERKAIT