12 August 2020, 05:05 WIB

Negara Didorong Gelontorkan Jaminan Sosial


(Iam/Ant/E-2) | Ekonomi

DIREKTUR Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef ) Esther Sri Astuti mendorong pemerintah secepat mungkin menaikkan tingkat permintaan
masyarakat. Langkah itu harus ditempuh guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Negara harus banyak memberi bantuan kepada masyarakat untuk menaikkan demand itu. Saya mencatat masih sedikitnya bantuan dari negara,” papar Esther saat dihubungi, kemarin.

Dalam catatannya, pemerintah masih belum maksimal mengeluarkan anggaran untuk jaminan sosial. Nilainya masih kalah jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga, Thailand, yang sampai memiliki tujuh jenis jaminan bagi masyarakatnya di masa pandemi covid-19 ini.

“Anggaran Indonesia masih sangat terbatas, hanya tiga jenis jaminan. Sementara itu, Thailand sampai tujuh jenis social protection,” kata Esther.

Bantuan atau social protection yang ada saat ini ialah penambahan skill kepada korban PHK, bantuan langsung tunai (BLT) kepada keluarga miskin terutama orang tua,
dan tindakan lainnya.

Sementara itu, Thailand sudah sampai pada jaminan perawatan kesehatan yang terjangkau, kebijakan cuti dan perawatan keluarga, serta memodifikasi pembayaran jaminan sosial.

“Negara yang paling banyak memberikan social protection, maka lebih cepat recovered,” ujar Eshter.

Ia juga menyebut keberanian negara-negara maju untuk melebarkan defisit fiskalnya sebagai konsekuensi utang yang meningkat dan merevisi anggarannya. Namun,
perekonomian negara-negara tersebut cepat membaik karena terciptanya demand di tengah masyarakat.

“Jadi, agar perekonomian bisa recovered, ya, harus banyak pengeluaran pemerintah untuk social protection. Bukan hanya untuk bansos, melainkan juga bentuk jaring
pengaman sosial yang lain,” pungkasnya.

Di kesempatan berbeda, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memprediksi perekonomian Indonesia selama 2020 tumbuh minus 0,49%
sebagai dampak pandemi covid-19.

“Diharapkan di kuartal ketiga bisa membaik dengan prediksi minus dua, minus satu, atau bahkan kita berharap bisa masuk positif,” katanya, kemarin. (Iam/Ant/E-2)

BERITA TERKAIT