12 August 2020, 04:42 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal 3 Diyakini Positif


Pra/BY/Mir/Iam/X-10 | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal ketiga (Q-3) bisa mencatat hasil positif sehingga Indonesia terhindar dari resesi ekonomi. Optimisme itu dilandasi berbagai program bantuan sosial yang sudah berjalan sejak tiga bulan lalu, seperti bantuan sosial, baik berupa sembako, uang tunai, subsidi tarif listrik, maupun kartu prakerja.

Selain itu, ada pula stimulus ekonomi bagi para pelaku usaha berupa restrukturisasi kredit dan penambahan modal.

Ke depannya, pemerintah masih memiliki beberapa stimulus bagi masyarakat yang selama ini belum tersentuh bantuan.

“Sebentar lagi kita akan keluarkan bansos produktif untuk UMKM. Ini merupakan bantuan modal kerja darurat sebesar Rp2,4 juta,” ujar Presiden Jokowi di Bandung, Jawa Barat, kemarin.

Di samping itu, masih ada juga bantuan bagi 15,7 juta pekerja aktif yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. “Insya Allah seminggu-dua minggu ini akan keluar,” tuturnya.

Semua bantuan itu, lanjut Jokowi, diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama di level menengah dan bawah.

“Kita harap konsumsi domestik akan naik sehingga pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga akan lebih baik dari kuartal kedua,” ucap kepala negara.

Pada kesempatan terpisah, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kuartal ketiga 2020 merupakan momentum penting sekaligus menantang untuk memulihkan ekonomi nasional. Oleh karena itu, pada semester II 2020 ini, optimalisasi belanja pemerintah menjadi kunci utamanya. Tujuannya ialah agar pertumbuhan ekonomi Indonesia secara menyeluruh pada 2020 berada dalam zona positif.

Sementara itu, Direktur Program Indef Esther Sri Astuti mengatakan agar perekonomian suatu negara cepat pulih harus banyak memberikan perlindungan sosial kepada warganya.

“Jadi, agar perekonomian bisa recovered, ya harus banyak pengeluaran pemerintah untuk social protection bukan hanya untuk bansos, tetapi juga bentuk jaring pengaman sosial yang lain,” katanya. (Pra/BY/Mir/Iam/X-10)

BERITA TERKAIT