12 August 2020, 03:30 WIB

BNI Kucurkan KUR Tani untuk Ketahanan Pangan


(Ant/E-3) | Ekonomi

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mendorong realisasi kredit usaha rakyat (KUR) sektor pertanian untuk mendukung optimalisasi ke tahanan pangan di daerah
yang berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian.

“Pada masa pandemi, ketika hampir semua sektor terdampak, sektor pertanian muncul sebagai pemenang dan tetap membukukan pertumbuhan positif, termasuk
komoditas ekspornya," kata Direktur Utama BNI Herry Sidharta di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, dukungan bank BUMN di sektor pertanian melalui pengelolaan kewirausahaan pertanian ini merupakan kegiatan menyongsong pertanian 4.0 atau smartfarming dan serap gabah, serta aktivitas lainnya.

Rangkaian program tersebut menjadi komitmen BNI dalam mendukung pemerintah terkait ketahanan pangan nasional yang merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi
Nasional (PEN).

Untuk mendukung upaya tersebut, BNI menyalurkan KUR Tani yang diserahkan Menteri Pertanian kepada petani di Bangka Belitung pada akhir pekan lalu sebagai
perwujudan program #BUMNbangkitkanUMKM.

Bank pelat merah itu mendukung program Kementerian Pertanian yang diadakan di provinsi kepulauan tersebut, yakni Kabupaten Bangka Selatan dan Kabupaten Bangka,
melalui pembiayaan pada ekosistem pertaniannya.

Pembiayaan KUR sektor pertanian diberikan secara masif dan pihaknya juga melakukan pendampingan, pelatihan, dan pengembangan sektor pertanian secara komprehensif.

Di Provinsi Bangka Belitung, BNI menyalurkan KUR sektor pertanian sebanyak Rp20,9 miliar kepada 168 debitur.

Sementara itu, secara nasional, dari Januari hingga 31 Juli 2020, KUR sektor pertanian BNI telah tersalurkan sebanyak Rp2,73 triliun kepada 86.992 debitur.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pemerintah menaruh harapan besar pada sektor pertanian sebagai sektor yang masih dapat tumbuh melewati pandemi dan optimistis mampu berkontribusi dalam aktivitas ekspor. (Ant/E-3)

BERITA TERKAIT