12 August 2020, 01:55 WIB

Gonore Sulit Terdeteksi Berbahaya untuk Ibu Hamil


(Ifa/H-2) | Humaniora

PENYAKIT infeksi menular seksual (IMS) Gonore (GO) atau dikenal juga dengan istilah pilek pada alat kelamin, berbahaya jika tidak segera diobati. Pasalnya, GO bisa menyebabkan
kemandulan serta infeksi janin.

Spesialis kulit dan kelamin dokter Anthony Handoko, SpKK, menjelaskan GO disebabkan infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae dan dapat menular dari orang ke orang.

Bakteri ini ditularkan ketika melakukan kontak seksual dengan orang yang terinfeksi atau melakukan kontak dengan cairan tubuh mereka, baik secara vaginal maupun
anal. Bahkan, dapat menular dari ibu kepada anak selama proses persalinan.

“Gejala tidak bisa langsung terlihat saat pertama kali terinfeksi. Gejala biasanya muncul sekitar 10-20 hari setelah infeksi,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (5/8).

Menurutnya, sebagian besar perempuan hamil tidak menunjukkan gejala ketika ia mengalami penyakit ini sehingga agak sulit terdeteksi. Kalaupun ada, jelasnya, gejalanya
mirip seperti keluhan yang dapat terjadi dalam kehamilan biasa, seperti keputihan, perdarahan, atau muncul bercak darah pada vagina.

Pada pria, biasanya ditemukan gejala GO berupa duh/secret yang keluar dari lubang genital dan rasa nyeri saat berkemih. Anthony menyebut orang yang berisiko terkena
GO ialah mereka yang berusia produktif (15-49 tahun) memiliki perilaku seksual yang tidak aman dan mengobati diri sendiri dengan membeli obat yang tanpa anjuran dokter.

“Diperkirakan terdapat sekitar 2 juta kasus baru di Indonesia setiap tahunnya. Di Amerika Serikat, angka kejadian GO merupakan IMS ke-2 terbanyak setelah chlamydia,”
pungkasnya. (Ifa/H-2)

BERITA TERKAIT