12 August 2020, 01:36 WIB

Latihan Paskibraka Digelar dengan Terapkan Protokol Kesehatan


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali Selasa (11/8) pagi meninjau latihan gabungan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2020 bersama TNI dan Polri di Lapangan Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP PON), Jakarta Timur. Menpora RI memastikan kondisi seluruh anggota Paskibraka 2020 dalam keadaan baik. 

Didampingi Kasgartap I/Jakarta, Brigadir Jenderal TNI Syafruddi dan Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Niam, Zainuddin melihat langsung proses latihan penaikan dan penurunan bendera serta memastikan kondisi delapan anggota paskibraka dalam keadaan sehat.

Pelaksanaan latihan gabungan dilangsungkan cukup ketat dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Delapan anggota Paskibraka tahun 2020 yang terlibat langsung dalam proses latihan semua menjalani protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga kebersihan dan jaga jarak.  

"Delapan anggota Paskibraka telah menjalani latihan gabungan bersama TNI-Polri untuk kepentingan sinkronisasi. Dengan protokol kesehatan yang ketat, menggunakan masker, jaga jarak dan jaga kebersihan, para anggota Paskibraka menjalani latihan seperti biasa meskipun dengan jumlah yang berbeda dari tahun sebelumnya. Dan semua juga dibatasi," kata Zainuddin.

Baca juga : Mereka yang Kreatif yang Mampu Bertahan saat Pandemi Covid-19

Zainuddin menjelaskan, akibat pandemi Covid-19, anggota Paskibraka yang bertugas harus dibatasi dan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ia pun memastikan kesehatan anggota Paskibraka dipantau secara ketat, Ia menegaskan, di tengah pandemi Covid-19 semangat memperingati HUT RI ke-75 tetap harus digelorakan, meski dengan mengedepankan protokol kesehatan.

"Dalam situasi pandemi ini semangat kita utuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia harus tetap semangatnya. Bentuknya dan pelaksanaanya kita sesuaikan dengan situasi kondisi yang ada. Pak presiden dalam arahannya kepada kami bahwa tidak boleh ada satu kementerian pun yang kedor jadi kita harus optimis, harus semangat untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia ini," imbuh Zainuddin.

Sementara Kasgartap I/Jakarta, Brigadir Jenderal TNI Syafruddin mengungkapkan, yang berbeda untuk latihan gabungan Paskibraka 2020 ini hanya jumlahnya yang tidak terlalu melibatkan banyak orang dengan mematuhi protokol kesehatan.

"Kalau secara teknis latihanya tidak ada yang berubah, hanya jumlah orangnya yang terlibat di lapangan agak berkurang. Dan selama menjalani proses latihan, semua menerapkan protokol kesehatan dengan ketat," kata Syafruddin. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT