12 August 2020, 02:30 WIB

Presiden Ghani Tanda Tangani Pembebasan 400 Napi Taliban


MI | Internasional

PRESIDEN Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani mengeluarkan dekret, Senin (10/8), untuk mengampuni dan membebaskan sekitar 400 narapidana Taliban yang kontroversial.

Demikian Istana Kepresidenan Afghanistan mengonfirmasikan. Istana mencicit bahwa Ghani menandatangani dekret tersebut pada Senin malam untuk pengampunan hukuman bagi para narapidana Taliban, yang termasuk dalam 5.000 tahanan yang didaftar kelompok Taliban.

Tindakan itu dilakukan satu hari setelah peserta dari 3.400 anggota Loya Jirga, atau Majelis Agung, memilih untuk membebaskan 400 narapidana Taliban. Sebuah perjanjian kesepakatan damai yang ditandatangani antara Amerika Serikat dan Taliban di Qatar pada Februari mengharuskan pemerintah Afghanistan untuk membebaskan 5.000 narapidana Taliban sebagai imbalan atas pembebasan 1.000 tentara atau staf pemerintah Taliban.

Sejak awal Maret, pemerintah Afghanistan telah membebaskan 5.100 narapidana Taliban dan Taliban membebaskan 1.000 tentara atau staf pemerintah. Berdasarkan perjanjian tersebut, pasukan koalisi pimpinan AS dan NATO akan meninggalkan Afghanistan pada Juli tahun depan. 

Itu juga bergantung pada apakah pasukan Taliban memenuhi persyaratan yang disebutkan dalam perjanjian tersebut, termasuk memutuskan hubungan dengan kelompok teroris asing.

Namun, Istana Kepresidenan Afghanistan mengatakan ketentuan dalam keputusan yang dikeluarkan tentang pengampunan terhadap Taliban tidak mencegah individu untuk menuntut hak mereka.

Belum diketahui kapan 400 narapidana Taliban itu akan dibebaskan. Menurut pejabat yang tidak disebutkan namanya, setelah pembebasan 400 narapidana Taliban, pembicaraan damai yang telah lama tertunda antara Taliban dan pemerintah Afghanistan akan dimulai akhir bulan ini. (Xinhua/Hym/I-1)
 

BERITA TERKAIT