12 August 2020, 01:40 WIB

PM Libanon Umumkan Pengunduran Diri


Faustinus Nua | Internasional

PERDANA Menteri (PM) Libanon Hassan Diab resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Senin (10/8).

Diab mundur setelah bencana ledakan pelabuhan Beirut yang memicu kemarahan publik yang berujung pada meluasnya protes antipemerintah. Dalam pidato singkatnya di televisi Diab mengatakan ia mengambil langkah mundur sehingga dapat berdiri bersama rakyat dan berjuang untuk perubahan.

“Saya menyatakan hari ini pengunduran diri pemerintah ini. Semoga Tuhan melindungi Libanon,” katanya, mengulangi kalimat terakhir tiga kali.

Seperti dikutip France24, Leila MolanaAllen melaporkan dari Beirut bahwa pengunduran diri Diab tampaknya tidak mungkin menenangkan pengunjuk rasa. Massa menyerukan perombakan total sistem politik pengakuan negara.

“Protes meletus tepat sebelum pidato Hassan Diab. Ada protes bahkan sebelum itu, tetapi protes mulai menjadi cukup keras selama setengah jam terakhir,” kata Molana-Allen.

“Para pengunjuk rasa tampaknya telah kehilangan rasa takut mereka, ada keberanian sekarang. Jelas dari reaksi terhadap pengunduran diri Hassan Diab bahwa mereka tidak hanya menginginkan perubahan dalam pemerintahan. Yang mereka maksud ialah sistem ini, mereka percaya sangat tidak mungkin untuk mencapai pemerintahan yang benar-benar akan mengurus kebutuhan rakyat Libanon.”


Menjerumuskan politik

Langkah Diab itu dinilai juga semakin menjerumuskan politik Libanon ke dalam kekacauan dan selanjutnya dapat menghambat pembicaraan yang sudah macet dengan Dana Moneter Internasional (IMF) tentang rencana penyelamatan keuangan.

Pembicaraan, yang digulirkan pada Mei lalu, ditunda karena kelambanan reformasi dan perselisihan antara pemerintah, bank, dan para politikus mengenai skala kerugian finansial yang besar.

Pengunduran diri perdana menteri diterima Presiden Libanon Michel Aoun, yang meminta pemerintah saat ini untuk tetap dalam kapasitas sebagai pengurus sampai kabinet baru terbentuk.

Berdasarkan pengalaman masa lalu, seperti pengunduran diri Saad Hariri dari jabatan perdana menteri pada Oktober 2019, Molana-Allen menjelaskan kabinet Diab dapat menjalankan pemerintahan mereka. Perdana menteri baru akan dipilih parlemen untuk kemudian membentuk kabinet baru.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengungkapkan solidaritas penuh dan dukungan PBB untuk rakyat Libanon setelah ledakan di pelabuhan di Beirut, Senin waktu setempat. Guterres juga mengucapkan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.

Guterres menyerukan dukungan internasional untuk Libanon serta berterima kasih kepada negara-negara yang memberikan bantuan fi nansial dan materiil. “Kekuatan rakyat Libanon kini menghadapi ujian tambahan,” ujar Guterres dalam pengarahan virtual bersama para pejabat PBB seperti dikutip laman UN News, kemarin (France24/I-1)
 

BERITA TERKAIT