11 August 2020, 23:13 WIB

Outlet LPG Resmi, Pertamina Targetkan Sumut 100% di Akhir 2020


Yoseph Pencawan | Nusantara

PT Pertamina (Persero) menargetkan pendirian outlet LPG resmi, atau OVOO, sudah menjangkau seluruh wilayah Sumatra Utara pada akhir 2020.

M. Roby Hervindo, Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina MOR I, mengatakan saat ini pendirian OVOO di Sumatra Utara sudah mencapai 85%.

"Pada akhir tahun 2020 kami menargetkan seluruh wilayah Sumut telah hadir OVOO," ujarnya, Selasa (11/8).

Saat ini OVOO sudah hadir di 33 kabupaten dan kota yang ada di Sumut, pada lebih dari 430 kecamatan dan 4.000 kelurahan.

Dia menuturkan, menjamurnya pengecer di lokasi-lokasi yang belum ada pangkalan resmi LPG Pertamina menyebabkan mereka memainkan harga LPG bersubsubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditentukan.

Para pengecer itu menyebabkan pasokan habis dan menimbulkan isu kelangkaan di masyarakat.

Untuk lebih mendekatkan produk LPG kepada masyarakat, khususnya di daerah pelosok, Pertamina mengusung program One Outlet One Village (OVOO) atau satu desa satu pangkalan.

OVOO bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan layanan LPG sehingga masyarakat tidak perlu lagi membeli dengan harga tinggi di pengecer.

Menurut Roby, sejak pelaksanaan OVOO, jumlah pangkalan di Sumut bertambah menjadi 11.176 dari sebelumnya yang hanya pangkalan di 9.626 pangkalan.

Mengapa bertambah? Karena program OVOO ini, kata Roby, adalah untuk menambah pangkalan LPG di wilayah-wilayah pelosok pedesaan.

OVOO didirikan bukan di wilayah perkotaan, misalnya Medan, yang sudah memiliki jumlah pangkalan yang banyak.

"Jika terlalu banyak pangkalan di satu wilayah, maka jatah pasokan per pangkalan menjadi terlalu kecil. Karena meski jumlah pangkalan ditambah, kuotanya akan tetap, tidak ikut bertambah," terangnya.

Pertamina mencatat, sepanjang Januari hingga Juli 2020 penyaluran LPG 3 kg subsidi di Sumut sudah mencapai lebih dari 77 juta tabung, sementara LPG nonsubsidi Bright Gas sebanyak 13.903 metrik ton (MT).

Untuk menghindari tabung LPG bersubsidi dijual kembali oleh pengecer, Pertamina menetapkan satu kepala keluarga hanya boleh membeli satu tabung LPG bersubsidi. (OL-8)

BERITA TERKAIT